SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Di Jakarta ribuan buruh turun jalan menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp3,7 juta. Sedangkan di Bojonegoro, Jawa Timur puluhan tenaga kerja (Naker) dari CV Jaya Makmur (Jamu) menghentikan proyek Kampung Tunnel, di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Jumat (01/11/2013).
Aksi pekerja ini dipantik oleh ulah subkontraktor proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1 sumur Banyuurip, Blok Cepu yang belum membayar gaji mereka. Sudah sebulan lebih pekerja belum digaji, sehingga mereka menggelar aksi.
“Saya lima minggu belum menerima gaji dari CV Jaya Makmur, Mas. Sehingga, keluarga saya mengeluh untuk kebutuhan belanja setiap harinya. Karena itu terpaksa menghentikan pengerjaan proyek ini agar segera diberikan bayaran,” kata salah satu Naker Jamu yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Sedangkan seorang warga Bonorejo, Judi, mengungkapkan, Naker Jaya Makmur menghentikan proyek dengan membarikade alat berat yang beraktifitas di proyek itu. Sepertinya mereka sudah kesal dengan janji perusahaan yang tidak kunjung diwujudkan.
“Informasinya CV Jaya Makmur sudah membuat pernyataan kepada nakernya memberikan gaji pada hari Sabtu (31/10/2013) lalu. Tapi hingga saat ini belum diberikannya, Mas,” sambung Judi penjaga parkir sekitar proyek menirukan teriakan naker yang menghentikan aktifitas proyek Kampung Tunnel.
Dikonfirmasi terpisah Humas CV Jaya Makmur, Bintoro, melalui pesan pendek, Jumat (01/11/2013), terkait aksi Naker yang menghentikan aktifitas proyek Kampung Tunnel itu hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (sam)