SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pengelola Asset IV Field Cepu, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) berencana akan menutup salah satu sumur tua yang ada di lapangan Tawun di kawasan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Sebelumnya sumur yang terletak di wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tawun, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bahoro, KPH Jatirogo ini mengalami blow out. Yakni, menyemburnya minyak mentah ke permukaan tanah hingga 5 meter.
“Rencana mau ditutup sumurnya, Mas,†terang Legal and Relations PEP Asset IV, Sigit Widihardono, kepada Suarabanyuurip.com.
Sigit yang ditemui dalam sebuah acara di Tuban mengatakan, saat ini kondisi tekanan di sumur yang selama ini digarap warga secara ilegal itu sudah mulai menurun. Pertamina akan memikirkan teknis dalam rangka penutupan sumur yang ada sejak jaman kolonial Belanda tersebut.
Salah satu petugas di lapangan dari Tawun Gegunung Energi (TGE), salah satu KSO Pertamina EP, Sutarman, mengabarkan kepada Suarabanyuurip.com kalau diperkirakan semburan akan mati pada satu atau dua hari ke depan.
Dia ungkapkan, semburan hanya berlangsung sekitar 5 menit kemudian berhenti selama 45 menit. Setelah itu menyembur lagi selama 5 menit.
“Kalau awal pertama semburan murni gas yang mudah terbakar,†jelas Sutarman. (edp)