Petani Blok Cepu Mulai Tanam Kedua

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Bojonegoro – Keberadaan Ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu tak semuanya membuat warga terpencut untuk menjadi karyawan proyek yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut. Justru banyak warga yang tetap memperkuat ekonominya dari sektor pertanian.

Hal itu, sebagaimana yang dilakukan oleh warga Desa Begadon, Kecmatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Diakir bulan Desember 2015 mereka telah memasuki musim tanam padi kedua. Lahan yang dialiri air dari irigasi Bengawan Solo minimal dalam setiap tahunnya mampu panen dua kali.

“Minggu ketiga bulan Desember ini warga sudah tanam semua. Sedangkan untuk sawah tadah hujan diperkiraan pertengahan bulan Januari 2016 mendatang,” ungkap Sunardi warga setempat kepada suarabanyuurip.com.

Menurut Sunardi, untuk tanam kedua biasanya hasil panen tidak maksimal, dan cenderung merugi. Hal itu lebih disebabkan banyaknya hama serta tanah yang terlalu gembur. Selain itu, untuk perawatan dalam menangulangi hama juga diperlukan biaya ekstra. Salah satu diantaranya adalah pupuk dan penyemprotan tanaman.

“Yang pasti kalau curah hujannya tinggi biasanya banyak hama yang menyerang,” kata bapak dua anak ini.

Baca Juga :   Keberadaan Pom Mini Kembali Disorot Tanpa Solusi

Adapun jenis padi yang dipilih untuk masa tanam kedua cenderung memiliki masa panen yang lebih pendek (cepat). Agar padi tidak mudah mengalami roboh saat mulai berisi.

“Bagi kami, sebagai petani yang terpenting tidak terjadi kelangkaan pupuk, sehingga tidak terpontang panting saat masa-masa pemupukan,” kata Sarjono warga lain.

Dia menambahkan, tidak terpikat untuk menjadi tenaga kerja di proyek Blok Cepu, dan lebih memilih memperkuat perekonomian dari sektor pertanian.

“Kalau jadi tenaga kerja di proyek Banyuurip harus punya pengalaman yang mumpuni tentang migas, dan ini yang tidak kami miliki. Selain itu, juga faktor usia yang sudah tua juga,” akunya. (Win)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *