SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Puncak produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu hampir dipastikan terealisasi tahun 2016. Bahkan, capaian dari proyek migas andalan nasional ini telah dinyatakan menyentuh angka lebih dari 165 ribu barel per hari (bph).
Kepala Unit Percepatan Proyek Banyuurip, Julius Wiratno, menegaskan, jika puncak produksi sudah terjadi sekira satu minggu lalu.
“Betul Pak,” kata dia kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (5/3/2016) kemarin.
Secara teknis pria asal Salatiga, Jawa Tengah ini pun membeberkan proses tercapainya puncak produksi. Menurutnya, capaian puncak produksi karena proses pengerjaan Train B sudah rampung.
Dia menjelaskan, Train B sudah running sejak tanggal 19 Januari lalu. Kemudian Gas Turbine Generator (GTG) juga sudah dapat digunakan.Â
“GTG sudah dipakai gas fuel, sejak akhir Februari kemarin,” paparnya.
Sehingga, kata dia, jumlah produksi di Lapangan Banyuurip sudah bisa lebih dari 165 ribu bph. Kendati demikian, secara teknis masih dibutuhkan pengerjaan lebih lanjut. Menurutnya, saat ini hanya tinggal gas compressor untuk sistem injeksi.Â
“Jadi gas masih flaring,” imbuhnya.
Dia memperkirakan, pengerjaan sistem injection flaring tersebut diperkirakan akan selesai pada akhir bulan April atau awal bulan Mei.
“Jadi Juni bisa selesai semuanya,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, ada perbedaan pengakuan dimana Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyampaikan, produksi di Lapangan Banyuurip masih berada dikisaran 150 ribu bph. Jumlah tersebut akan meningkat dalam waktu kedepan.
“Produksi masih 150 ribu bph dan akan meningkat dalam waktu kedepan hingga mencapai 165 ribu bph,” ucapnya. (Roz)