SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Eksplorasi Sumur Tapen (TPN) 02 yang dilaksanakan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tak membuahkan hasil. Gara-garanya cadangan hidrokarbon atau cadangan migas di sumur tersebut hilang.
Padahal biaya yang sudah dikeluarkan Pertamina EP untuk melakukan eksplorasi sumur tersebut mencapai USD 9 Juta. Jumlah itu terhitung mulai awal pemboran, hingga tahap akhir untuk plug & abandont TPN-2.
“Perkiraan biaya ekplorasi Sumur Tapen 02 sekitar USD 9 Juta,†kata Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (13/9/2016).
Agus menjelaskan, kegagalan atas hilangnya cadangan hidrokarbon sudah menjadi resiko bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Berapapun biaya yang dikeluarkan saat eksplorasi, sudah menjadi konsekuensi bisnis hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Sebelumnya TPN-2 ditargetkan mampu berproduksi 250 bph – 300 bph, namun meleset. Karena berhasil tidaknya eksplorasi Migas tergantung pada kondisi dan penguasa alam.
“Kami minta doa restunya untuk rencana drilling Abp-1 di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan,†imbuhnya.
Rencana drilling eksplorasi sumur Albatros Putih (Abp)-1 baru dilaksanakan pada bulan Oktober 2016. Upaya ini sebagai langkah untuk mencari cadangan migas nasional pasca kegagalan eksplorasi di Sumur Tapen 02.
Saat ini Pertamina EP sedang mempersiapkan lokasi (proses clearing), dan pemadatan jalan masuk menuju lokasi eksplorasi sumur ABP-1. Sekaligus menunggu hasil verifikasi data pembebasan lahan milik 3 warga setempat.
Diberitakan sebelumnya, Pertamina EP berhasil melakukan penandatanganan dokumen pembebasan lahan tanggal 25 dan 26 Agustus 2016 lalu. Sekaligus pembayaran kompensasi atas lahan seluas 4,9 hektar (ha) sesuai nama pemiliknya. (aim)