Skill Masyarakat Jadi Kendala di Industri Migas

Job fair di bojonegoro

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Disnakertrans) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), menyampaikan, keberadaan industrialisasi minyak dan gas bumi (migas) di Bojonegoro memberikan sumbangsih dalam penurunan angka pengangguran. Namun kendala yang masih menjadi tantangan masyarakat adalah skill

Menurut Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Disnakertrans Pemprov Jatim, Aunur Rofiq, meski memberi pengaruh, namun keterlibatan masyarakat Bojonegoro di industri migas masih terkendala dengan kebutuhan skill atau keterampilan.

“Hanya kendalanya itu, di skill saja,” ujar pria berkacamata minus ini.

Selama ini, pengangguran di Jawa Timur termasuk Bojonegoro merupakan lulusan SMA. Sehingga, butuh peningkatan skill melalui pelatihan atau sertifikasi yang telah disediakan Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro, dan juga perusahaan migas.

“Saya tidak tahu, berapa persen masyarakat Bojonegoro yang sudah terlibat di industri migas. Tapi, tentu saja keberadaannya harus memberi dampak positif salah satunya tenaga kerja,” imbuhnya.

Penyebab banyaknya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bojonegoro inilah, membuat Disnakertrans menggandeng 20 perusahaan di wilayah Jawa Timur yang menyediakan lowongan pekerjaan untuk marketing atau bidang pemasaran. Ada juga produksi bagi pabrik-pabrik makanan dan minuman ringan dalam acara Job Fair di Gedung Bakorwil hari ini.

“Kenapa banyak yang membuka lowongan marketing, itu karena kita menyesuaikan skillnya. Karena banyak yang hanya lulusan SMA saja,” imbuhnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *