Bupati Bojonegoro Urungkan Niat Penggantian Nama Blok Migas

Bupati Anna

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu’awanah, mengurungkan niatnya untuk penggantian nama Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) baik itu Blok Cepu maupun Blok Tuban.

Menurut wanita berhijab ini, usulan penggantian nama Blok Cepu menjadi Blok Bojonegoro dan Blok Tuban menjadi Blok Sukowati belum dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro ke Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).

“Kami belum memikirkan penggantian nama Blok Migas, yang penting kita ambil manfaatnya dulu,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Bojonegoro Rabu (21/8/2019) lalu.

Manfaat dari Blok Migas, menurut Anna berupa Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang sekarang ini diterima Bojonegoro dalam jumlah besar. Tahun ini, estimasi penerimaan DBH Migas adalah sebesar Rp2 triliun lebih.

“Jadi ya belum ada niat ke situ (Dirjen Migas),” tukasnya.

Sebelumnya, rencana penggantian nama Blok Migas oleh Bupati Bojonegoro memantik reaksi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi, mengungkapkan, untuk mengganti nama Blok atau Lapangan Migas belum tentu bisa dilakukan.

Baca Juga :   Tak Ada Perubahan Titik Sumur Minyak Tua Ledok

“Tapi coba saja, Pemkab Bojonegoro mengajukan penggantian nama ke Dirjen Migas,” tukasnya.

Agung berpendapat, seharusnya Pemkab Bojonegoro melihat manfaat besar yang ada di dalam tanah, bukan yang diatasnya. Karena yang ada dipermukaan tanah hanyalah urusan administrasi nama.

“Yang penting manfaatnya, Bojonegoro menerima pendapatan besar dari migasnya,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *