SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Seminggu terakhir, masyarakat, sopir angkutan umum, dan operator traktor mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kondisi tersebut terjadi karena Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di bebebara titik di Bojonegoro mendapatkan pengiriman satu hari 8000 liter saja, yang semula sebanyak 24.000 liter.
“Iya, sudah satu minggu ini dibatasi pengirimannya oleh Pertamina,” kata salah satu petugas SPBU di Kecamatan Kalitidu, Cahyono, Jumat (15/11/2019).
Pihaknya tidak mengetahui alasan pasti pembatasan kiriman BBM jenis solar. Yang jelas, setiap hari tidak ada setengah hari stok sudah habis diserbu pembeli.
“Stoknya cepat habis, jam sebelas siang tadi sudah kosong,” ungkapnya.
Salah satu buruh tani dari Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Juwardi(45) mengatakan, dalam seminggu ini sulit untuk mendapatkan solar.
“Kalau pagi sudah harus antre untuk dapat solar, kemarin hanya dapat satu jerigen. Hari ini kehabisan,” tukas pria yang juga mengoperatori traktor.
Tidak itu saja, beberapa sopir truk juga mengeluhkan hal yang sama. Sehingga, harus mendapatkan solar sebelum beraktivitas sehari-hari.
“Ya kalau bisa jangan sampai kehabisan, kita sudah keliling cari solar tapi tidak dapat. Ini mau cari di SPBU lainnya,” kata Warto (35) warga Kecamatan Dander.(rien)