SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur RozaqyÂ
Bojonegoro – Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi masyarakat Peduli Penyebaran Virus Corona mempertanyakan penyebaran covid 19Â yang diduga merambah di lokasi proyek JTB hingga mencapai 56 orang.
“Ini berarti bahwa ada ketidak ada waspadaan pengelola proyek, melihat masih banyak dan bebasnya mereka keluar masuk tanpa laporan terperinci,” kata anggota Aliansi Masyarakat Peduli Penyebaran Virus Corona, Moh Mustofa kepada Suarabanyuurip.com Minggu (19/7/2020).
Menurut dia, potensi penularan akibat adanya interaksi dengan pekerja yang sebelumnya terpapar covid 19 cukup terbuka.
“Lalu pertanyaannya apakah tidak mungkin mereka yang positif ber interaksi kepada para pekerja yang lain dan para pekerja itu berinteraksi kepada keluarga di rumah,”ucapnya.
Tofa menjelaskan, potensi penularan bisa terbuka mengingat ada tipikal yang hanya menjadi pembawa dan tanpa gejala.
“Lalu siapa yang harus menjawab ini dan siapa yang bisa memastikan ini tidak sampai kepada para penduduk disekitar proyek,” ujarnya.
Lebih jauh, beberapa waktu lalu pihaknya juga pernah mengingatkan tentang potensi penyebaran covid 19. Khususnya di wilayah Kecamatan Gayam.Hanya saja, belum ada sikap tegas dari beberapa sejumlah pihak.
“Empat bulan yang lalu kami mencoba memperingatkan mereka untuk duduk satu meja namun camat menolak itu dan tanpa alasan yang jelas. Kalau sudah begini bagaimana jawaban camat gayam dan bagaimana tanggung jawabnya sebagai kepanjangan tangan pemerintah kabupaten,”tutup Mustofa.
Sebelumnya, maret 2020 lalu, Aliansi masyarakat Peduli Penyebaran Virus Corona membentangkan spanduk menuntut Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) untuk Ikut bertanggung jawab dalam pencegahan penyebaran Virus Corona di Kecamatan Gayam.(Roz).
