SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur RozaqyÂ
Bojonegoro -BUMDes Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengklarifikasi terkait artikel dari situs detik91.com dengan judul “Wow diduga bantuan kambing dari EMCL untuk warga desa Bonorejo tinggal 7 Ekor”.
Salah satu pengurus BUMDes Bonorejo, Joko Susilo, menyatakan informasi apa yang termuat dalam artikel tersebut tidak utuh dan tidak lebih seperti berita bohong (hoaks).
Joksus, sapaan akrabnya, menjelaskan soal bantuan kambing tersebut. Menurutnya dimasa pemdes periode sebelumnya jumlah kambing awalnya sekitar 200 ekor. Kemudian pada saat transisi pemdes periode baru sudah tinggal 64 ekor.
“Akhirnya pemdes yang baru perpikir bagaimana acaranya biar kambing tidak habis,” jelasnya kepada Suarabanyuurip.com Rabu (25/11/2020).
Untuk mencari solusi, pemdes periode saat ini menggelar musyawarah desa (musdes) bersama EMCL, dan LSM Bimantari sebagai pendamping program bantuan.
“Keluar lah opsi. Kita beri kepercayaan kepada masyarakat untuk mengelola
kambing melalui BUMDes,” terang Joksus menambahkan.
Dalam musdes tersebut, lanjut dia, juga dibahas tekhnis pengelolaan yang kemudian disepakati. Setiap lingkungan RT ikut bertanggung jawab. Bahkan, terdapat berita acara yang menyebut pengelolaan kambing warga dipercaya kan ke BUMDes.
Terpisah, Kepala Desa Bonorejo, Rachmat Aksan, menambahkan, masalah kambing bantuan EMCL sudah sesuai dan berdasarkan usulan masyarakat melalui musdes.
“Awalnya pengelola sebelumnya merasa kuwalahan. Kemudian kita musdeskan usulan – usulan masyarakat. Ada dokumentasi foto hingga serah terima,”jelas Kades.
Sebelumnya, belum lama ini muncul artikel pemberitaan yang dinilai menyudutkan BUMDes Bonorejo. Pantauan Suarabanyuurip dalam situs artikel tersebut tidak tertera nama penulis.(roz).
