Koperasi Kareb Berharap Cukai Rokok Tidak Dinaikkan

23517

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb), Jawa Timur, berharap cukai rokok tidak dinaikkan pada tahun 2022 mendatang. Lantaran koperasi kareb dijalankan lebih banyak menggunakan tenaga manusia ketimbang tenaga mesin atau disebut dengan istilah padat karya.

Sekretaris Koperasi Kareb Bojonegoro, Widarko mengatakan, bahwa produksi SKT (Sigaret Kretek Tangan) dirasakan sangat membantu masyarakat. Sebab menggunakan sistem padat karya, yang mana menggunakan lebih banyak manusia daripada penggunaan tenaga mesin.

“Banyak karyawan kami menjadi tulang punggung ekonomi bagi keluarganya. Sebab suaminya terkena PHK akibat terdampak pandemi,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (07/10/2021).

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap, apa yang disampaikan oleh Pakdhe Karwo sapaan akrab Wantimpres RI Soekarwo, saat kunjungan pada hari Rabu (06/10/2021) kemarin. Bahwa perihal cukai agar tidak dinaikkan terutama untuk produk rokok SKT dapat dikabulkan oleh Pemerintah Pusat.

“Karena apa, kalau cukai dinaikkan akan berdampak pada pengurangan paket pengerjaan SKT. Otomatis jumlah pekerja akan berkurang. Padahal banyak keluarga yang bergantung kehidupannya dari karyawan pekerja SKT,” tandasnya.

Baca Juga :   Memberdayakan Perempuan Membangun Peradaban

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disperinakertrans) Kabupaten Bojonegoro, Slamet, sangat mengapresiasi Koperasi Kareb atas serapan ribuan tenaga kerja asli Bojonegoro.

Dalam data Disperinakertans Bojonegoro di Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kapas yang dikelola oleh Koperasi Kareb, tercatat sebanyak 1.809 pekerja. Sementara di Redrying tercatat sebanyak 790 pekerja. atau total 2.599 karyawan.

“Ini belum termasuk penambahan karyawan baru yang masih dalam proses pelaporan ke Disperinaker ya. Jumlahnya lebih dari ini. Dan selama ini Koperasi Kareb sangat aktif memberikan laporan ke kami,” ungkap Slamet.

Sementara itu, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Sukur Priyanto menuturkan, bahwa SKT Sampoerna Bojonegoro sangat menyerap banyak tenaga kerja. Di pundak dan tangan para buruh SKT inilah, mereka berjuang meningkatan ekonomi keluarganya.

“Rabu, (05/10/2021) kemarin, kebetulan saya berkesempatan menemani Bapak Dr. H. Soekarwo, SH., M.HUM berkunjung di SKT Sampoerna Bojonegoro untuk melihat langsung proses awal sampai produk jadi yang siap dikemas dan dipasarkan,” ujarnya.

Baca Juga :   Jembatan Bojonegoro - Blora Percepat Kesejahteraan Warga Pinggiran

Dari situ, Sukur berpendapat, kenaikan cukai rokok tahun 2022, dapat mengganggu stabilitas ekonomi para pekerja rokok SKT. Karena banyak pekerja rokok SKT yang menggantungkan mata pencaharian satu-satunya sebagai karyawan SKT. Hal itu dinilai berbeda dengan produksi rokok yang menggunakan mesin.

“Mudah-mudahan, pada 2022 nanti tidak ada kenaikan cukai SKT. Supaya ribuan tenaga kerja tetap bisa tersenyum menghadapi masa depan,” harapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *