Jumlah Pelanggan Komersial PGN Area Bojonegoro Meningkat

Tim PGN saat pemasangan jaringan gas bumi komersial untuk salah satu resto di Bojonegoro.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Jumlah pelanggan gas bumi golongan komersial di wilayah niaga Perusahaan Gas Negara (PGN) Sales and Operation (SOR) III Area Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan mengalami peningkatan. Harga gas bumi yang lebih murah disebut menjadi alasan utama para pengguna.

Area Head PGN SOR III Bojonegoro, Muchammad Arif mengatakan, jumlah pelanggan gas bumi golongan komersial di wilayah niaga meliputi Bojonegoro dan Lamongan menunjukkan pertambahan pengguna.

“Pelan tapi pasti, jumlah pelanggan industri komersial di Bojonegoro dan Lamongan tiap tahun bertambah,” kata Muchammad Arif kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (03/07/2023).

Total sebanyak 8 pelanggan komersial sejak 2022 hingga 2023 berhasil dijaring melalui program Gaskita. Pelanggan dalam program ini berbeda dengan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jadi calon pelanggan harus siapkan modal untuk pemasangan.

Rinciannya, ada dua pelanggan komersial di Lamongan pada tahun 2022. Jumlah ini bertambah menjadi lima pelanggan pada 2023. Sementara di Bojonegoro sendiri baru ada tiga pelanggan komersial sejak bulan Februari tahun ini.

Baca Juga :   Deteksi Kebocoran Gas, PGN Tingkatkan Penggunaan Odorant

“Proses untuk pelanggan komersial itu pengajuannya delapan bulan sebelumnya, jadi tahun kemarin (2022). Prosesnya agak panjang soalnya. Karena butuh perijinan, lelang dan lain sebagainya,” ujar pria asli Surabaya ini.

Terhadap calon pelanggan komersial yang mengajukan, PGN menindaklanjuti dengan melakukan survei. Tujuannya agar bisa menentukan apakah nilai investasi yang dihitung memenuhi kelayakan PGN atau tidak.

“Dari meter ke kompor calon konsumen komersial itu ditentukan juga melalui survei, di mana biayanya ditanggung oleh calon konsumen. Terkadang konsumen tidak mampu hitungan biayanya, ya batal. Sebaliknya kalau hitungan investasi PGN menilai tidak layak ya batal juga,” ungkapnya.

Kendati, sebetulnya menggunakan gas bumi untuk kepentingan komersial jatuhnya jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan gas LPG. Karena pelanggan hanya dikenai tarif Rp10.000 per meter kubik.

Jika harga gas bumi dibandingkan dengan gas LPG tabung 12 kilogram tentu terhitung lebih hemat. Karena harga dasar LPG non subsidi itu di kisaran Rp17.000. Namun, penghematan dan efisiensi yang ditawarkan sebagai keuntungan memakai gas bumi ini. Diakui tidak serta merta ampuh menjaring konsumen.

Baca Juga :   Rekind Targetkan Sabtu Rapid Test Massal Naker GPF JTB Tuntas

“Karena adanya modal pemasangan dan deposit jaminan, terkadang ada calon konsumen yang mundur karena menganggap balik modalnya dia agak lama. Meski demikian, kami berharap pelanggan komersial dapat terus bertambah,” ucap dia.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *