Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto Unjuk Kepiawaian Bahasa Inggris di Lapangan Banyu Urip

Pj bupati bojonegoro.
Dari Kiri ke Kanan : Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Presiden ExxonMobil Indonesia, Carole Gall saat peresmian tajak sumur perdana di Lapangan Banyu Urip.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Adriyanto memperlihatkan kepiawaiannya dalam percakapan Bahasa Inggris dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) di Blok Cepu yang dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Hal itu mengemuka saat dia memberikan sambutan dalam agenda peresmian tajak sumur perdana infill dan clastic di Lapangan Banyu Urip, yang dilaksanakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif Jumat (01/03/2024) kemarin.

Adriyanto saat itu mengatakan, bahwa Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah penghasil migas. Sejumlah operator migas mengelola ladang minyak di kabupaten seluas 2.307 km² ini.

“Ada Exxon (EMCL), ada Pertamina, dan ini memang sudah menyumbang penerimaan yang cukup signifikan di Bojonegoro, terutama dari DBH (Dana Bagi Hasil) migas,” katanya.

Adriyanto menilai jika dilihat dari dampak positifnya, kegiatan EMCL diakui sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat Bojonegoro. Kegiatan migas memberikan dampak yang baik tidak hanya dari sisi peningkatan penghasilan dan perbaikan penghidupan.

“Tetapi (juga berdampak) merubah mindset masyarakat kami terkait dengan bagaimana menjaga lingkungan (dan) bagaimana membuat suatu kegiatan yang berkelanjutan,” ujar pria kelahiran Palembang ini.

Selain itu keberadaan EMCL juga dikatakan mampu membuat pihaknya mampu terus mendukung dan membangun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Karena UMKM adalah salah satu upaya yang harus terus dikembangkan untuk memastikan pemerataan hasil pembangunan.

Baca Juga :   KrisEnergy Siapkan Pemboran Mustika-1
Lapangan banyu urip.
Presiden ExxonMobil Indonesia, Carole Gall saat berpidato di Sporthall Lapangan Banyu Urip.

Ahli keuangan makro itu juga mengaku merasakan manfaat bahwa sudah banyak anak-anak Bojonegoro yang ikut bekerja di EMCL, sehingga kemudian dia mewakili masyarakat Bojonegoro menyampaikan apresiasi kepada EMCL atas capaian yang disebutnya luar biasa itu.

“Saya harap EMCL bisa merekrut anak-anak Bojonegoro lebih banyak ikut bekerja di sini, Pak Menteri dan Ibu Carole,” ungkapnya kepada Menteri Arifin Tasrif dan Presiden ExxonMobil Indonesia, Carol Gall.

“I hope you understand my Bahasa, Bu, I think it’s fine (saya berharap anda mengerti Bahasa Indonesia saya Bu, saya kira hal itu tadi baik,red.),” kata Adriyanto disahut oleh Carol dengan isyarat memperlihatkan hand phone yang dia pegang.

“Oh ya ya I see that, thanks to google translate make this fine (saya mengerti, sukur ada terjemahan google membuat ini berjalan baik, red.),” tutur lulusan Doctor of Philosophy di The Australian National University disambut tawa Carole Gall.

“Thas is technology, I think I used that once when I was overseas and that was very helpfull Bu (itu adalah teknologi, saya kira saya pernah menggunakannya sekali ketika di luar negeri dan itu sangat membantu, Bu, red.),” lanjutnya yang direspon anggukan kepala oleh perempuan yang bergabung ExxonMobil di Inggris sejak 1995 itu.

Baca Juga :   Forkomas Ba-Ja : CSR ADS Harus Prioritaskan Warga Ring 1 Banyu Urip

Sementara itu Presiden ExxonMobil Indonesia, Carole Gall menyampaikan pula pidatonya dalam Bahasa Inggris, yang mana proyek Banyu Urip Infill and Clastic, atau yang biasa disebut Proyek BUIC, baginya memiliki arti yang sangat penting.

“Proyek ini akan berkontribusi besar terhadap aspirasi yang kami dukung penuh, yaitu tercapainya target nasional produksi 1 juta barel minyak per hari pada awal tahun 2030, yang sekaligus memperkuat keamanan energi nasional,” ungkap Carole.

Sesuai rencana drilling campaign, pemboran 2 sumur infill carbonate yang akan dilaksanakan tahun 2024 diproyeksikan akan mulai onstream di tahun 2024 ini dengan dilakukan tie in ke fasilitas eksisting. Selanjutnya diikuti dengan pemboran 3 sumur infill carbonate dan 2 sumur clastics dalam rentang waktu hingga tahun 2025 dan diharapkan onstream tahun 2026.

Kegiatan drilling campaign Banyu Urip menggunakan anjungan dan peralatan yang keseluruhannya dibuat di Indonesia dan dioperasikan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero).

“Pengeboran ini menunjukkan tingkat kompetensi PDSI di bidang pengeboran minyak dan gas bumi, serta dukungan industri hulu migas untuk tumbuh berkembangnya perusahaan nasional serta komitmen SKK Migas dan KKKS dalam mengimplementasikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *