Peringati Harlah ke-10, BMT At-Tajdid Temayang Sejahterakan Guru dan Masyarakat

BMT At-Tajdid.
BERBAGI : BMT At-Tajdid memberikan bantuan sosial kepada masyarakat di peringatan Harlah ke 10 Tahun.

SuaraBanyuurip.com – Baitul Maal Wattamwil (BMT) At-Tajdid milik Madrasah Nurul Huda Desa/Kecamatan Temayang Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mampu mensejahterakan guru dan masyarakat sekitar. Sejumlah program sosial telah dirasakan masyarakat sejak BMT At-Tajdid berdiri.

“BMT AT-Tajdid naungan madrasah ini sudah berdiri sepuluh tahun, bisa mensejahterakan guru dan masyarakat sekitar,” kata Direktur Utama BMT At-Tajdid, M. Subkhi, saat berbagi sesama dalam rangka harlah ke-10 BMT, Minggu (22/12/2024)

Subkhi mengatakan, beberapa program yang rutin dilaksanakan diantaranya berbagi dengan sesama dhuafa dan anak yatim piatu, Jumat berkah, pembagian takjil dan membagikan air mineral untuk masjid maupun mushola di bulan Ramadan.

“Bantuan siswa prestasi dan siswa kurang mampu, berbagi bingkisan guru di bulan Ramadhan dan pembiayaan murah untuk guru di hari guru,” jelasnya.

Diceritakan dia, BMT At-Tajdid berdiri sekitar 2014 diawali 36 anggota dengan menyetorkan simpanan wajib Rp100 ribu. Seiring berkembangnya BMT jumlah anggotanya sekarang ini sekitar 5 ribu orang.

Selain itu, BMT At-Tajdid memiliki beberapa kantor cabang di seputaran Kecamatan Temayang. Di antaranya Kecamatan Bubulan, Gondang, Dander, Sugihwaras, Balen dan sekitarnya. Sedangkan jumlah karyawan sekitar 170 orang, dengan total aset mencapai puluhan miliar rupiah.

Baca Juga :   Gerakan Sedekah Sampah MIM 14 Megale, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

“Manfaatnya bisa dirasakan masyarakat sekitar, termasuk guru dan siswa dalam bentuk beasiswa, serta pembangunan madrasah,” jelasnya.

Berbagai usaha juga didirikan BMT At-Tajdid. Mulai simpan pinjam, tabungan, deposito dan yang lainnya. Termasuk tahun ini sedang mengembangkan koperasi konsumen seperti pertokoan, kuliner dan lain-lain.

“Semangatnya maju bermanfaat untuk masyarakat semuanya, karena BMT ini merupakan dari, oleh dan untuk anggota,” terang Subkhi.

Menurut Subkhi, madrasah se-Jawa Timur maupun se-Indonesia belum tentu memiliki BMT. Sehingga BMT At-Tajdid yang tahun ini berusia 10 tahun ini bisa menjadi contoh daerah yang lain.

“Selama ini sepengetahuan kami belum ada koperasi syariah milik madrasah dan berkembang sampai sepuluh tahun. BMT At-Tajdid ini bisa menjadi percontohan nasional,” katanya.

Sementara itu salah seorang penerima santunan, Paeran mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan BMT At-Tajdid setiap tahun.

“Keberadaan BMT At-Tajdid sangat bermanfaat untuk masyarakat dan sering memberikan bantuan,” ucap warga Desa Temayang, usai menerima santunan.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Barisan Banteng Merdeka Bagikan Nasi Kotak Sambil Kenalkan Program Wahono-Nurul ke Masyarakat

Pos terkait