Persibo Tak Lolos 8 Besar, Warganet Kecam Keputusan Liga Indonesia Baru

Presiden Klub Persibo Bojonegoro, Deddy Adrianto Wibowo.
KECEWA : Presiden Klub Persibo Bojonegoro, Deddy Adrianto Wibowo (ke dua dari kiri) merasa dirugikan atas keputusan LIB.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Persibo tidak lolos 8 besar Liga 2 Pegadaian 2024/2025. Musababnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan menganulir gol Persibo Bojonegoro ke gawang Deltras FC pada menit 90+4, sehingga pertandingan akan dimulai kembali dengan skor 1-0.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Nomor 065/LI-COR/I/2025, tertanggal 15 Januari 2025, tentang Penetapan Status Pertandingan Kompetisi Pegadaian Liga 2-2024/25 antara Deltras FC vs Persibo Bojonegoro.

Dengan keputusan itu, maka pertandingan antara Deltras FC vs Persibo Bojonegoro dilanjutkan kembali sampai dengan selesai dan dimulai dari situasi indirect free kick setelah pelanggaran dari pemain Deltras FC kepada pemain Persibo Bojonegoro pada menit 94.

Pelaksanaan pertandingan berada di tempat netral yang ditentukan dan diselenggarakan seluruhnya oleh LIB pada Sabtu (18/01/2025) mendatang kick off pukul 15.30 WIB, di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Tak pelak, keputusan operator Liga 2 yang bersifat final dan mengikat ini serta merta menjadi buah bibir dan mendapat kecaman keras dari warganet di berbagai platform media sosial. Facebook salah satunya.

Baca Juga :   26 Tim Bola Voli U-18 Ikuti Turnamen Ngasem Cup 2025

“Sepakbola Indonesia berduka, aturan Komdis dan LIB harus dilaporkan ke FIFA, karena sepertinya tidak sejalan dengan aturan FIFA,” tulis akun Yono Alvino.

Akun Facebook ini melanjutkan, bahwa hal itu merupakan sejarah dalam aturan sepakbola Indonesia dan mungkin didunia, ada pertandingan diulang dari menit injury time dan waktunya hanya 2 menit tersisa.

“Di Liga Inggris ada kasus seperti ini dan hanya wasit yang disanksi oleh federasinya, karena putusan wasit mutlak tidak bisa diganggu gugat,” tegas akun Yono Alvino.

“Buat apa ada Komisi Wasit kalo LIB menentukan, mending LIB suruh jadi wasit aja.. Kok ora manut wasit ki pie to..(kok tidak patuh wasit ini bagaimana sih, red.),” kata akun lainnya bernama Effendi Maussa dalam postingan.

Tak hanya warganet yang geram dengan keputusan LIB. Presiden Klub Persibo Bojonegoro, Deddy Adrianto Wibowo, mengaku sangat kecewa dan merasa sangat dirugikan.

“Kecewa itu pasti, kita merasa sangat dirugikan. Pemain dipukuli, keputusan wasit dirubah, jujur saja kita sudah bermain sebaik mungkin dan menghormati seluruh azas dan peraturan sepakbola. Tapi kalau seperti ini mungkin kami selaku pemilik klub bola menjadi bingung,” ungkapnya kepada Suarabanyuurip.com melalui gawai elektronik, Kamis (16/01/2025).

Baca Juga :   Persibo Bojonegoro Masih Berpeluang Lolos 8 Besar Liga 2

“Saya memang baru di dunia sepakbola dan saat ini kami mempertanyakan apakah memang begini sepakbola di Indonesia? Mungkin kami terlalu naif mempercayai dan berkiblat pada peraturan dan _law of the game_ yang sudah ditetapkan PSSI dan FIFA,” imbuhnya.

Disinggung perihal kemungkinan adanya upaya dan tentang kekerasan yang membuat beberapa pemain Persibo terluka. Deddy menyatakan kepastiannya akan hal itu. Sebab pihaknya ingin sepakbola Indonesia maju. Terlepas dari skor, ia mengaku tidak ingin kekerasan seperti itu menjadi sesuatu yang normal di sepakbola Indonesia.

“Kita mencintai sepakbola di Indonesia dan kami memberikan segenap sumbangsih yang kami bisa khususnya untuk masyarakat serta supporter Bojonegoro yang sangat kami cintai dan banggakan. Saat ini kami sedang berkoordinasi internal terkait langkah-langkah yang akan kami ambil selanjutnya,” tandasnya.(fin)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait