Mahasiswa KKN-TK Kelompok 2 Unigoro Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Inovasi Lahan Pekarangan dan Teknologi Pertanian Otomatis

KKN mahasiswa Unigoro
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 2 Unigoro foto bersama Ibu-ibu Desa Gajah, Kecamatan Baureno, usai sosialisasi budidaya tanaman kultural berbasis teknologi pertanian dalam bertajuk "Pemberdayaan Perempuan melalui Inovasi Lahan Pekarangan Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga".

SuaraBanyuurip.com – Mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) yang tergabung dalam Kelompok 2 KKN Tematik Kolaboratif (KKN-TK) mengenalkan budidaya tanaman kultural berbasis teknologi pertanian sederhana kepada kaum perempuan di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Melalui cara ini diharapkan para ibu-ibu lebih berdaya dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber ekonomi kreatif.

Mahasiswa KKN-TK mengenalkan budidaya tanaman kultural berbasis teknologi pertanian dalam sosialisasi bertajuk “Pemberdayaan Perempuan melalui Inovasi Lahan Pekarangan Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga” pada Rabu, (23/7/2025), di Joglo salah satu rumah warga Gajah.

Sosialisasi menghadirkan pemeteri Dosen Fakultas Pertanian Program studi
Agribisnis, Moh Yusuf Dawud, S.P., M.Agr. Ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan secara terpadu yakni, mengombinasikan tanaman obat keluarga, sayur, buah-buahan, hingga ternak kecil dan ikan.

KKN TK Unigoro.
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 2 Unigoro sosialisasikan budidaya tanaman kultural berbasis teknologi pertanian dalam bertajuk “Pemberdayaan Perempuan melalui Inovasi Lahan Pekarangan Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga.”

Menurut Yusuf, pengelolaan pekarangan yang dijalankan secara baik dan berkelanjutan dapat menyumbang hingga 45% pendapatan keluarga.

Baca Juga :   APBN Mei 2022 Surplus Rp132,2 Triliun

“Lahan pekarangan yang sering dianggap remeh ternyata menyimpan potensi luar biasa untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Dengan pengelolaan yang tepat, pekarangan tidak hanya dapat mencukupi kebutuhan dapur sehari-hari, tetapi juga menjadi sumber tambahan pendapatan yang berkelanjutan bagi rumah tangga,” tuturnya.

Materi kedua tentang teknologi pertanian disampaikan Faishal Ashari, S.Pd., M.T, selaku Dosen Pendamping Lapangan. Ia memperkenalkan inovasi automatic smart fertigation, yaitu sistem penyemprotan dan pemupukan otomatis berbasis sensor kelembaban tanah yang dirancang oleh mahasiwa KKN untuk mendukung efisiensi budidaya tanaman di lingkungan rumah tangga.

“Sensor ini dirancang untuk bekerja secara otomatis dengan menyesuaikan penyiraman dan pemberian nutrisi berdasarkan tingkat kelembaban tanah. Penggunaan teknologi ini membantu menghemat air dan pupuk, serta mendukung efisiensi waktu dan tenaga dalam pemeliharaan tanaman sehari-hari,” jelas Ashari.

KKN-TK Unigoro 2025.
Ibu-ibu Desa Gajah diajari membuat media tanam untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber ekonomi produktif.

Dengan adanya teknologi ini, peserta pelatihan diajak memahami bahwa budidaya tanaman kini tidak harus merepotkan dan dapat dilakukan bahkan oleh ibu rumah tangga, dengan sistem pemeliharaan otomatis yang praktis dan mudah digunakan.

Baca Juga :   HJB ke-348, Momentum Refleksi untuk Kemajuan Bojonegoro

Sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan memberikan respon positif terhadap materi yang disampaikan. Banyak dari ibu-ibu Desa Gajah menyatakan ketertarikannya untuk mulai menerapkan pemanfaatan lahan pekarangan dengan pendekatan yang lebih modern dan produktif.

Ketua Kelompok 02 KKN-TK Unigoro, Aditya Pratono menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pemberdayaan masyarakat desa, khususnya kaum perempuan, dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber ekonomi kreatif. Program ini dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi rumah tangga melalui budidaya tanaman kultural berbasis teknologi pertanian sederhana.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin membangun sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dapat dimulai dari hal sederhana namun berdampak, seperti pemanfaatan lahan pekarangan di sekitar rumah,” pungkasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait