SuaraBanyuurip.com – Mahasiswa KKN-TK Kelompok 21 Universitas Bojonegoro mengenalkan pembelajaran mengenal alam dan ekosistem lingkungan kepada siswq SDN 3 Gayam, Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bergiat Baca Alam ini merupakan program kerja (Proker) utama Sekolah Alam mahasiswa di hari ke 27.
Sebanyak 46 siswa SDN 3 Gayam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajak untuk keliling dusun sambil diberikan pemahaman bagaimana menjaga dan merawat alam.
Giat proker dengan Baca Alam dimulai pukul 08.00 Wib siswa diajak jalan-jalan keliling dusun setempat. Hingga menempuh waktu satu jam seperempat (pukul 09.15 Wib), dan mereka baru kembali di sekolahnya.
Usai diberikan pemahaman terhadap alam lingkungannya secara langsung di lapangan, 46 siswa-siswi ini dikumpulkan. Dibagi menjadi lima kelompok secara acak, tiga kelas dicampur jadi satu. Masing-masing kelompoknya dibentuk formasi melingkar dalam satu ruang.
Masing-masing siswa diberi buku bacaan tentang alam lingkungan dengan berbagai ekosistemnya. Selanjutnya, anak-anak ini sebagian kelompoknya diajak baca buku di luar kelas dalam kawasan sekitar sekolah.
Sementara kelompok lainnya masih di dalam ruang kelas. Kelompok yang di dalam ruang ini diberikan permainan (fun game), Puzzle Word English. Sembari suasana banyak gelak tawa dari para siswa.
Seluruh rangkaian kegiatan yang dijalankan para mahasiswa untuk anak-anak siswa ini direspons baik oleh salah satu guru kelas di SDN 3 Klino.
“Program yang sangat bagus, karena dengan kegiatan ini para siswa mampu menambah pengetahuannya, bagaimana mereka dapat menjaga dan melestarikan alam melalui buku yang sangat informatif. Hal ini juga sebagai rasa memiliki yang kuat terhadap tempat tinggalnya di Dusun Gayam,” papar Dwi.
Ketua kelompok mahasiswa KKNTK-21 Unigoro, Bilqis Ghoniya Zuhrufa mengatakan pembelajaran ini melatih siswa mengenal alam, lingkungan beserta ekosistemnya. Selain itu, siswa juga bisa memahami merawat alam.
“Mereka diharapkan paham dan peduli sejak dini terhadap alam lingkungannya, termasuk cara merawatnya untuk kelangsungan hidup masa depan,” jelas Bilqis.(red)





