SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Seorang petani dari Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikabarkan meninggal mendadak di persawahan. Warga desa ring satu ladang minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu, tersebut adalah MN (42).
Kejadian awal diketemukan korban saat meninggal di persawahan dituturkan oleh tiga orang saksi, warga satu desa setempat. Yakni saksi I, SJ (38), saksi II, MW (46) dan saksi III, YAW (29).
“Betul, ada kejadian meninggal dunia mendadak di areal persawahan,” kata Kapolsek Gayam, AKP Moch Syafi’i kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (22/8/2025).
Dituturkan, secara kronologis, berawal pada Jumat, 22 Agustus 2025 sekitar pukul 05.45 WIB. Saat itu Saksi II berangkat dari rumahnya menuju ke sawah untuk melaksanakan aktifitas keseharian sebagai petani.
Setelah sampai di sawah, Saksi MW itu mendapati korban dalam posisi tengkurap. Mengetahui hal itu, ia kemudian berusaha membangunkan. Namun karena korban diduga sudah meninggal dunia, selanjutnya saksi tersebut memberitahukan kepada Saksi I (SJ) dan Saksi III (YAW).
“Mereka bersama warga sekitar lalu langsung membawa korban kerumah duka korban yang berjarak kurang lebih 200 meter dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara),” terang AKP Moch Syafi’i.
Kejadian ini kemudian dilaporkan secara berjenjang. Diteruskan kepada perangkat desa dan diinformasikan kepada pihak Polsek Gayam. Setelah itu petugas Polsek Gayam bersama dengan tenaga medis dari Puskesmas Gayam melakukan pemeriksaan terhadap korban.
“Pihak medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia diduga serangan jantung, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban,” tandasnya.(fin)






