SuaraBanyuurip.com – Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro menjadi mitra pelaksana Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda dan Kompetisi Wiramuda Bojonegoro Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) yang fokus pada pelatihan budidaya ikan air tawar.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (22–24 September 2025), bertempat di ruang pelatihan PIB Bojonegoro Desa Ringin tinggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Pelatihan budidaya ikan air tawar ini diikuti oleh 20 peserta terpilih dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan bootcamp ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bojonegoro dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda sekaligus mendukung program pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran.
Para peserta mendapat materi secara komprehensif, mulai dari teknik pemijahan, manajemen kolam, manajemen perawatan, pakan alternatif, pengolahan hasil perikanan, hingga studi tiru.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto dalam arahannya berpesan agar peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah disediakan. Ia mengingatkan agar generasi muda jangan hanya berfikir menjadi pegawai dengan kuota yang terbatas, melainkan harus mampu berkembang, mandiri, serta menyebarkan semangat kewirausahaan kepada pemuda lainnya.
“Ini gerakan bersama untuk menciptakan multiple player effect,” tegasnya.
Arief juga menekankan pentingnya membangun jaringan dan keberlanjutan. Sehingga para peserta dapat terus didorong untuk bersedia berkumpul, berkesinambungan, membentuk kelompok, dan bekerja sama.
Untuk itu ia berharap PIB Bojonegoro dapat terus memfasilitasi peserta agar tetap belajar dan mengembangkan kemampuan pasca pelatihan.
“Kami minta PIB bersedia memfasilitasi hal itu,” tambah Arief.
Perwakilan PIB Bojonegoro, Arifin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa PIB Bojonegoro menyambut baik dan berkomitmen untuk mendukung penuh program Bootcamp 2025, serta berharap agar tindak lanjut dalam bentuk kolaborasi para pihak semakin mendorong banyak pemuda Bojonegoro merasakan manfaatnya.
“Semoga dari program ini lahir wirausaha muda yang sukses,” ujarnya.
Senada disampaikan M. Ali Amrozi, peserta dari Kecamatan Balen. Ia berharap peserta mendapat bekal yang memadai dan pendampingan berkelanjutan sehingga mampu mewujudkan cita-cita dalam budidaya ikan air tawar.
Ali mengaku masih memiliki keterbatasan pengetahuan, sehingga belum sepenuhnya siap untuk mempraktikkan usaha budidaya.
“Agar menjadi pemuda yang bergerak maju,” pungkasnya.(red)





