Program Kerja KONI Bojonegoro 2026: Fokus Pembinaan Atlet Menuju Porprov 2027

KONI Bojonegoro
Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Sahari (kanan) saat memaparkan Program Kerja 2026.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memaparkan garis besar Program Kerja Tahun 2026. Program kerja itu, sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet yang berkesinambungan dan fokus menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

‎Ketua KONI Bojonegoro, Sahari, menjelaskan, bahwa program kerja 2026 disusun secara terstruktur dan terukur, dengan menitikberatkan pada penguatan administrasi organisasi, pembinaan cabang olahraga, serta peningkatan kualitas atlet melalui tahapan seleksi dan pemusatan latihan.

‎“Program kerja 2026 kami rancang sebagai tahun fondasi. Fokus utamanya adalah pembenahan internal, penjaringan atlet potensial, serta pelaksanaan tes fisik yang terstandar sebagai dasar menuju persiapan Porprov 2027,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (17/12/2025).

‎Dalam garis besar program kerja tersebut, KONI Bojonegoro membagi agenda ke dalam beberapa klaster utama. Pada aspek internal, kegiatan meliputi administrasi organisasi, finalisasi rencana Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), pendaftaran cabang olahraga peserta, serta rapat kerja dan rapat anggota KONI.

‎Sementara itu, untuk pembinaan prestasi, KONI Bojonegoro menjadwalkan pelaksanaan Porkab sebagai ajang evaluasi dan pemetaan potensi atlet daerah. Selain itu, dilakukan pula tes fisik atlet cabang olahraga serta atlet yang akan masuk dalam Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab).

‎“Porkab menjadi instrumen penting untuk melihat peta kekuatan cabang olahraga sekaligus bahan rekomendasi pembinaan lanjutan. Dari sana, atlet-atlet potensial akan disiapkan masuk Puslatkab,” jelasnya.

‎KONI Bojonegoro juga menyusun action plan sepanjang tahun 2026 yang mencakup tahapan persiapan administrasi, pendaftaran cabang olahraga, pelaksanaan Porkab, pra tes fisik, hingga Puslatkab dan sosialisasi kebijakan organisasi. Seluruh agenda tersebut disesuaikan dengan kalender pembinaan atlet secara berjenjang.

‎Lebih lanjut, Sahari menegaskan, bahwa program kerja 2026 dirancang selaras dengan agenda 2027. Sinergi tersebut mencakup kesinambungan tes fisik, pemusatan latihan intensif, serta pembagian peran yang jelas antara KONI, cabang olahraga, dan perangkat daerah terkait.

‎“Target kami jelas, yakni menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan terarah. Tahun 2026 adalah masa pematangan, sedangkan 2027 adalah momentum pembuktian prestasi Bojonegoro di Porprov,” tegas Sahari.

‎Melalui program kerja tersebut, KONI Bojonegoro berharap, seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat bergerak dalam satu visi, sehingga pembinaan atlet berjalan optimal dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.

‎Selain memaparkan program kerja 2026, KONI Bojonegoro juga menyampaikan capaian dan kegiatan strategis yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Ketua KONI Bojonegoro, Sahari, menyebut tahun 2025 menjadi periode penting dalam penguatan fondasi pembinaan atlet dan organisasi.

‎Pada tahun 2025, KONI Bojonegoro melaksanakan Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) dengan melibatkan 545 atlet dari 43 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 370 atlet dari 43 cabang olahraga mengikuti Puslatkab intensif sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

‎“Puslatkab dan Puslatkab intensif menjadi tulang punggung pembinaan prestasi atlet daerah. Ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing atlet Bojonegoro,” ujar Sahari.

‎Dalam ajang Porprov Jawa Timur 2025, Kabupaten Bojonegoro berhasil menempati peringkat ke-18. Selain itu, KONI Bojonegoro juga menyelenggarakan Kejuaraan Antar Kecamatan (Kejurcam) yang diikuti oleh 28 kecamatan, 14 cabang olahraga, dengan total partisipasi sekitar 6.700 atlet.

‎KONI Bojonegoro juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga melalui pelatihan pelatih pemula yang diikuti 90 peserta dari berbagai cabang olahraga dan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK). Di bidang organisasi, KONI Bojonegoro menggelar rapat kerja yang sekaligus menetapkan penerimaan anggota baru, sehingga total cabang olahraga yang bernaung di KONI Bojonegoro kini berjumlah 49 cabang olahraga.

‎“Seluruh kegiatan 2025 ini menjadi pijakan penting untuk menyusun program kerja 2026 dan menyiapkan prestasi Bojonegoro secara lebih matang menuju Porprov 2027,” tandas pensiunan PNS ini.

‎Sementara itu, Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Wushu Bojonegoro, Galuh Setiyadi mengapresiasi program kerja KONI setempat. Pihaknya pun mendukung penuh target dan strategi guna meraih prestasi yang lebih baik untuk Porprov 2027 mendatang.

‎”Tentu kami akan menyelaraskan program kerja di Cabor Wushu dengan Program Kerja KONI Bojonegoro,” pungkasnya.(fin)

Pos terkait