Jalan Menuju Bendung Kacangan Bojonegoro Terancam Putus ‎

Bendung Kacangan
BUTUH PERHATIAN : Akses jalan cor menuju Bendung Kacangan turut Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, dalam kondisi memprihatinkan dan terancam putus akibat longsor.

SuaraBanyuurip.com – Sasongko

Bojonegoro — Akses jalan cor menuju Bendung Kacangan turut Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini dalam kondisi memprihatinkan dan terancam putus akibat longsor.

‎Jalan sepanjang kurang lebih 550 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut mengalami kerusakan parah, tepatnya di dekat Bendung Kacangan. Tembok penahan tanah (TPT) rusak, sementara badan jalan cor mulai retak dan ambles.

‎Salah satu pengguna jalan, Jupri, mengaku, kerusakan jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

‎“Kalau malam dan saat hujan sangat berbahaya, selain licin juga ada bagian jalan yang sudah putus,” ungkapnya.

‎Dia berharap perbaikan segera dilakukan agar akses transportasi kembali aman dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.

‎”Semoga saja segara ada perhatian dari pemerintah,” imbuhnya.

‎Terpisah, Kepala Desa (Kades) Mediyunan, Hariyadi menjelaskan, bahwa jalan tersebut dibangun sekitar tahun 2021, dengan panjang kurang lebih 550 meter dan lebar 2,5 meter. Namun, kerusakan mulai terjadi sejak setahun lalu dan semakin parah pada tahun ini.

‎“Kerusakan terjadi akibat tergerus derasnya arus Sungai Gandong serta aliran air dari saluran sekitar, terutama saat hujan turun,” kata Hariyadi kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (09/04/2026).

‎Menurut Kades tiga periode ini, jalan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama warga menuju lahan pertanian dan pasar Ngambon. Selain itu, jalan ini juga menjadi penghubung antara Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem dengan Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo.

‎“Kerusakannya cukup parah terancam putus, dan sangat membahayakan, terutama saat malam hari ketika hujan,” ujarnya.

‎Pihaknya berharap ada perhatian dari pihak terkait, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk melakukan normalisasi sungai saat musim kemarau. Dengan membuang tanahnya tidak satu titik saja. Melainkan juga ke sisi kanan dan kiri. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan aliran sungai ke tengah sehingga tidak semakin menggerus tepi jalan.

‎Selain itu, diharapkan juga ada pembangunan jembatan baru di lokasi tersebut. Pasalnya, jembatan yang ada saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

‎“Kami berharap pemerintah bisa membangun jembatan yang dapat dilalui roda empat agar arus lalu lintas lebih lancar, sehingga dapat semakin meningkatkan perekonomian warga,” imbuhnya.(ko)

Pos terkait