SuaraBanyuurip.com – Syifa’atul Malihah, Juwita Indryani, Jenia Lucyta Indria S, Jamilatus Sariroh, dan Siti Himmatul Aliyah barangkali layak mendapat julukan Srikandi Beton. Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari Prodi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) sudah dua tahun berturut-turut lolos pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI.
Tahun 2026 ini, Tim Ecothermconcrete mencetuskan riset berjudul Pengembangan Beton Insulasi Termal melalui Kombinasi Agregat dari Limbah Beton dan Limbah Plastik Termodifikasi untuk Peningkatan Efisiensi Energi Bangunan. Mereka menciptakan beton berbahan tiga jenis limbah yang dapat menghambat suhu panas dari luar ruangan.
Ketua Tim Ecothermconcrete, Syifa’atul Malihah, menerangkan, pada riset betonnya kali ini mereka menggunakan limbah botol plastik jenis PET, limbah beton daur ulang (RCA), dan limbah elektronik berbahan plastik jenis ABS. Limbah tersebut digunakan sebagai pengganti agregat kasar dan agregat halus.
“Kita ingin membuat beton yang bisa menghambat suhu panas dari luar atau insulasi termal, sehingga dapat mengurangi penggunaan AC,” terangnya, Jumat (9/10/2026).
Syifa dan timnya membutuhkan waktu empat bulan untuk meriset. Limbah-limbah yang dikumpulkan dari TPA Banjarsari dipreparasi di laboratorium Teknik Sipil Unigoro. Khusunya limbah ABS dicacah, dioven, dipadatkan, lalu dicacah lagi hingga berukuran seperti koral. Koral tersebut dimodifikasi dengan pemberian pelapisan dari silica fume dan bubur semen.
“Komposisi yang ideal agar betonnya bisa menginsulasi termal adalah limbah ABS sebanyak 30 persen dan limbah RCA sebanyak 20 persen. Hasilnya saat diuji, beton kami bisa menurunkan isotermal sebanyak 52,3 persen atau 0,351 watt per meter kelvin,” papar Syifa.
Beton karya Tim Ecothermconcrete cocok diaplikasikan sebagai panel dinding. Meskipun berhasil menghambat suhu panas dari luar ruangan, Syifa menilai beton tersebut perlu disempurnakan lagi kuat tekannya. “Isotermalnya sudah melebihi target awal 35 persen. Untuk kuat tekannya, kita perlu mencampur bahan atau inovasi lain lagi agar bisa digunakan sebagai beton struktur,” tukasnya.
Syifa dan timnya juga berharap, karya Ecothermconcrete dapat mengantarkan Unigoro lagi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 39 Tahun 2026.(red)





