SuaraBanyuurip.com – Kirab api abadi Kayangan Api dalam rangkaian Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Sabtu (17/10/2026), berlangsung meriah. Tradisi sarat nilai sejarah dan budaya itu melewati empat kecamatan dan tiga kali disemayamkan sementara.
Konsep kirab api abadi Kayangan Api tahun ini dilaksanakan berbeda. Jika sebelumnya, kirab api abadi dilakukan dari Kayangan Api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, menuju Kecamatan Dander diteruskan ke Pendapa Pemkab Bojonegoro. Tahun ini, rute kirab dialihkan menuju Kecamatan Kalitidu kemudian dilanjutkan melewati Kecamatan Trucuk dan terakhir pendapa pemkab.
Prosesi pengambilan api abadi diawali dengan kedatangan tim pengambilan Api Abadi di kawasan Khayangan Api. Penyambutan melibatkan sejumlah unsur adat dan seni tradisional, di antaranya Cucuk Lampah, Tim Rontek, Juru Kunci, serta Waranggono.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengalungan bunga melati kepada Camat Ngasem sebagai bentuk penghormatan. Rombongan yang terdiri dari Camat Ngasem, Forkopimcam, dan Kepala Desa Sendangharjo selanjutnya menuju Sumur Api dengan diiringi Kange Yune, tumpeng robyong, dan sesaji.
Di sekitar api, Waranggono turut menampilkan kesenian tradisional untuk mengiringi prosesi sebelum pengambilan Api Abadi. Setelah itu, api diserahkan oleh juru kunci kepada Kepala Desa Sendangharjo, kemudian diteruskan kepada Camat Ngasem.

Dari Camat Ngasem, api abadi kemudian diserahkan kepada Camat Kalitidu, Djuwono Poerwiyanto untuk disemayamkan sementara. Kedatangan api abadi disambut kepala desa se Kecamatan Kalitidu, juga hiburan pentas seni budaya lokal (Pantes Budal).
“Iya benar. Konsepnya tahun ini berbeda,” ujar Camat Ngasem Kasmari.
Kasmari berharap momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, di Hari Jadi Bojonegoro ke-349 ini, mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bisa terus menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Kirab api abadi akan dilanjutkan, Minggu (18/10/2026), sore ini menuju Kecamatan Trucuk. Di tempat ini, apa abadi akan disemayamkan sementara dan disambut kepala desa se Kecamatan Trucuk dan hiburan Pantes Budal.
Kirab api abadi Kayangan Api akan dilanjutkan, Senin (19/10/2026) sore, menuju Kantor Bakorwil Bojonegoro. Malamnya dilanjutkan menuju Pendapa Malwopati untuk disemayamkan.
Prosesi pengambilan Api Abadi mendapat sambutan antusias dari para pengunjung. Begitu juga saat kirab berlangsung, warga dan para siswa disepanjang rute yang dilewati.
Asih, warga Desa/Kecamatan Kalitidu, mengapresiasi konsep berbeda pelaksanaan kirab api abadi Kayangan Api dalam rangkaian HJB ke 349. Menurutnya, perayaan ini bisa disaksikan warga Bojonegoro lebih merata.
“Jada warga di sini bisa ikut menyaksikan kemeriahannya,” ucap perempuan 20 tahun itu.

Senada disampaikan Narto, warga Mori, Kecamatan Trucuk. Ia mengungkapkan, kirab api abadi Kayangan Api baru pertama kali melewati Kecamatan Trucuk.
Menurut Narto, konsep tersebut memberi warna baru dan hiburan kepada warga di wilayah Kecamatan Trucuk. Sekaligus mengedukasi khususnya anak-anak, agar lebih mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur.
“Ini seperti melambangkan semangat baru Bojonegoro dalam pembangunan, pemerataan ekonomi, dan kemajuan,” tegas pria 47 tahun itu.
Kayangan Api sendiri bukan sekadar menjadi wisata budaya di Bojonegoro. Kayangan api adalah warisan geologi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah serta cerita rakyat setempat.
Kobaran api abadi Kayangan Api yang tidak pernah padam meski diguyur hujan melambang semangat Bojonegoro untuk terus maju.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349 tahun ini mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur.” Tema tersebut menjadi semangat untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan daerah tanpa meninggalkan nilai sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Bojonegoro.(red)





