SuaraBanyuurip.com – Turnamen bola voli Liber Open Cup I 2026 di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Turnamen yang diselenggarakan Karang Taruna Lima Bersaudara dengan dukungan Pemerintah Desa Bandungrejo tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Puluhan tim dari Bojonegoro, Jawa Timur, dan Blora, Jawa Tengah, turut berpartisipasi dalam kompetisi yang menyedot ribuan pengunjung.
Ramainya penonton menjadi berkah karena dapat mendongkrak pendapatan bagi para pelaku UMKM desa penghasil gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) tersebut. Sekitar 40 stan pedagang berjejer di pinggir lapangan Desa Bandungrejo, menawarkan beragam produk, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga aneka kuliner.
Salah satu pelaku UMKM, Ngadi mengaku, merasakan peningkatan pendapatan selama turnamen berlangsung. Penjual gorengan, kopi, dan aneka minuman itu mengatakan omzet dagangannya meningkat dibandingkan hari biasa.
“Selama ada turnamen voli, jualan terus. Alhamdulillah, hasilnya bisa dirasakan. Setiap jualan dapat hasil Rp600.000 lebih. Kalau hari-hari biasa dapat hasil Rp300.000 saja sudah mentok, kadang juga kurang,” kata Ngadi kepada SuaraBanyuurip.com.
Warga Desa Bandungrejo tersebut mendukung penyelenggaraan turnamen karena memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.
“Setiap jualan selalu habis dagangan yang dijajakan. Dengan penghasilan meningkat, ekonomi warga juga ikut terangkat. Semoga ke depan turnamen seperti ini diadakan lagi,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Junarti, pelaku UMKM lainnya. Menurutnya, turnamen Liber Open Cup I 2026 memberikan peluang bagi pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan, baik warga Desa Bandungrejo maupun desa-desa di sekitarnya.
“Setiap jualan selalu habis, jadi mendapatkan hasil lumayanlah, cukup buat kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Bandungrejo, H. Wanuri, mengatakan, turnamen bola voli tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan minat dan bakat olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan perekonomian desa.
“Harapannya, melalui kegiatan ini olahraga semakin berkembang dan pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk memperluas pasar serta meningkatkan pendapatan,” tuturnya.
Menurut Wanuri, masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Selain menikmati pertandingan, pengunjung turut mendukung usaha lokal dengan membeli produk yang dijajakan para pedagang.
Mantan Kasun Bandung itu menyebutkan, sekitar 40 pelaku UMKM berjualan setiap malam selama turnamen berlangsung. Mayoritas pedagang merupakan warga Desa Bandungrejo, meskipun ada sejumlah pedagang berasal dari desa tetangga.
“Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi sesama,” tandasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Bandungrejo, Budi Utomo menambahkan, turnamen bola voli dapat menjadi salah satu upaya menggerakkan perekonomian desa sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan partisipasi masyarakat juga berpotensi menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan warga.
Dia berharap, turnamen serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga sektor olahraga dan UMKM dapat berkembang bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Turnamen bola voli bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui UMKM lokal,” pungkasnya.(red/ko)





