13 ribu lebih Pohon Jati Habis Dijarah

Pembalakan Hutan Secara Massal

Senin, 07 Oktober 2013, Dibaca : 2466 x Editor : nugroho

edy purnomo
SISA PENJARAHAN : Pohon jati yang hasil pembalakan massal yang ditinggal pelaku diamankan petugas Perhutani.


SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban –  Penjarahan hutan jati secara massal di kawasan hutan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah mengakibatkan kerugian hingga Rp15 miliar. Kerugian itu berdasarkan jumlah pohon jati yang dibalak secara liar oleh belandong.

Sesuai data di Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Jatirogo, selama kurun tiga tahun terakhir ini jumlah jati yang dijarah  sebanyak 13 ribu pohon. Sementara data di KPH Parengan, tercatat 46 pohon jati yang tumbang akibat dibalak.

Baca Lainnya :

    Dengan jumlah tersebut, kerugian negara mencapai kisaran Rp15 miliar. Dengan rincian Rp1,126 milyar pada tahun 2011, tahun 2012 sebesar Rp10,602 milyar, serta Rp4,671 miliar pada tahun 2013 ini.

    “Kerugian total 15 milyar dengan jumlah itu,” kata Administratur (Adm) KPH Jatirogo, Amas Wijaya, saat berada dilokasi bekas penjarahan di kawasan hutan KPH Parengan, tepatnya Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

    Baca Lainnya :

      Dia mengungkapkan, pembalakan kerap terjadi di dua KPH tersebut. Dengan pelaku utama adalah gerombolan yang melakukan pembalakan massal di dua wilayah KPH. Dimana mereka sempat berusaha menyerang petugas dan terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas.

      Sementara dalam insiden pembalakan massal kemarin, para pembalak sudah merobohkan sekitar 27 pohon. Dengan total 29 meter kubik (m3) senilai Rp102,6 juta.

      “Semua bisa diamankan,” tegas Adm KPH Parengan, Danil Budi, melalui Blackberry Messenger (BBM) yang dia kirim ke SuaraBanyuurip.com.

      Penjarahan yang dilakukan para pelaku pada hari Kamis (3/10/2013) lalu, juga disertai dengan penyekapan satu mantri hutan dan 4 petugas hutan di pos penjagaan. Saat itu, kerugian volume mencapai 12,2 m3 atau senilai Rp39 juta.

      “Dari jumlah itu berhasil diamankan 6,5 m3 atau senilai 17 juta rupiah,” tambahnya.(edp)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more