3.000 Ha Hutan Jati Rawan Terbakar

Jum'at, 30 Agustus 2013, Dibaca : 1113 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Sekira 3.000 hektar (ha) lahan hutan jati yang masuk Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, rawan terbakar. Kondisi ini akibat cuaca panas yang membuat tanah dan daun kering berguguran sehingga mudah sekali terbakar.

“Dari total wilayah KPH Parengan seluas 17.633 hektar, diketahui 3.000 hektar yang sangat rawan kebakaran,” kata Kepala Administratus KPH Parengan, Daniel B Cahyono, melalui release yang dikirim kesejumlah wartawan, Jum’at (30/8/2013).

Baca Lainnya :

    Data dari KPH Parengan menyebutkan, per tanggal 26 Agustus 2013 tercatat ada 11 petak hutan yang mengalami kebakaran. Dengan luas sekitar 11,2 hektar, atau kurang dari 1 persen wiilayah rawan kebakaran. Bahkan hanya 0,6 persen dari luas total wilayah KPH Parengan.

    Dari 11,2 hektar areal yang terbakar, seluas 2,5 hektar merupakan tanaman jati dengan umur kurang dari sepuluh tahun. Sedang sisanya 8,8 hektar terjadi pada tanaman jati tegakan dengan umur 10 hingga 50 tahun.

    Baca Lainnya :

      “Termasuk pada wilayah yang akan ditanami,” ujar Daniel, menjelaskan.

      Seluruh lokasi kebakaran tersebut tersebar ditiga Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), yaitu BKPH Malo, BKPH Parengan Utara, BKPH Parengan selatan. Serta tiga BKPH lain, diantaranya BKPH Montong, BKPH Mulyoagung, dan BKPH Pungpungan.

       “Hampir bisa dipastikan penyebab kebakaran yang terjadi karena faktor manusia,” tegas Daniel, mengungkapkan.

      Danil menambahkan, bahwa pemadaman hutan selama ini cukup dilakukan secara manual. Termasuk diantaranya dengan mengunakan peralatan sederhana dengan dibantu warga untuk melokalisir api. Meski tidak mematikan pohon jati, tapi kebakaran bisa mengganggu proses pertumbuhan pohon yang mempunyai nilai jual tinggi tersebut.(edp)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more