4 Proyek Strategis Jabanusa Jadi Tumpuan Lifting Migas Nasional

Rabu, 20 November 2019, Dibaca : 298 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Kepala SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi pada kegiatan lokakarya Media Periode III SKK Migas Jabanusa-KKKS.


SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Bali —Sebanyak empat proyek besar sektor hulu minyak dan gas (Migas) di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara  (Jabanusa) diharapkan tuntas sesuai jadwal yang ditetapkan. Proyek tersebut sangat mendukung target capaian lifting migas nasional.

Keempat proyek strategis hulu migas itu adalah proyek Kedung Keris dengan operator ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), dan proyek Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) dengan operator Pertamina EP Cepu, keduanya berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Baca Lainnya :

    Sedangkan dua proyek lainnya yakni Bukit Tua Phase 3 yang dioperatori Petronas Carigali Ketapang II Ltd di Kabupaten Sampang, dan proyek TSB Phase 2 dengan operator Kangean Energi Indonesia di Kabupaten Sumenep.

    "Kita harapkan keempat proyek tersebut selesai on schedule. Sebab, selesainya proyek sesuai jadwal berpengaruh positif terhadap capaian target lifting yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi pada Lokakarya Media Periode III SKK Migas Jabanusa-KKKS di Bali, Selasa (19/11/2019) lalu.

    Baca Lainnya :

      Lokakarya menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat, Margiono; Direktur Riset & Data, Katadata, Heri Susanto; Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro; dan Kepala Perwakilan SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nur Wahidi.

      Agar target proyek sesuai jadwal, menurut Nur Wahidi, dukungan konstruktif dari semua stakeholder sangat diharapkan. Baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, media massa, dan masyarakat secara luas.  

      "Saya juga sampaikan banyak terima kasih atas dukungan media massa kepada SKK Migas selama ini. Hanya satu persen berita negatif tentang hulu migas di Jabanusa sepanjang 2019,” tuturnya.

      Untuk proyek Gas Jambaran Tiung Biru, Nur Wahidi menjelaskan, progressnya secara keseluruhan mencapai 37,72 persen. Sedangkan progress pekerjaan engineering (rekayasa) 80,72 persen, procurement (pengadaan) 40,36 persen, dan construction (konstruksi) mencapai 14,49 persen. Ditargetkan proyek Gas JTB tuntas pada Juni 2021 mendatang, dan mulai berproduksi. 

      "Target maksimum sales gas JTB meningkat 10 persen secara nasional atau setara 192 juta kaki kubik per hari," ucapnya

      Selama ini, ada 15 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di wilayah SKK Migas Jabanusa, sedang menjalankan eksploitasi migas. Selain itu, ada 6 KKKS menjalankan aktifitas eksplorasi. 

      "Posisi Jabanusa dalam lifting migas nasional sangat penting dan jadi backbone," tandasnya. 

      Berdasarkan data 2018,  realisasi lifting minyak dari Jabanusa sebesar 253,822 ribu barel per hari (bph) atau mencapai 102,60 persen dari target. Sedangkan pada 2019 ini, target lifting gas Jabanusa sebesar 753,2 juta kaki kubik per hari. Target lifting minyak sebesar 258,169 ribu bph dan hingga menjelang berakhir tahun 2019 tercapai 100,87 persen. Sementara, untuk target lifting gas dari Jabanusa ditetapkan sebesar 731,3 juta kaki kubik per hari.

      Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak, sangat dibutuhkan SKK Migas Jabanusa. Karena sampai sekarang, dari monitoring terkait perizinan dan pertanahan di Jabanusa, ada sejumlah masalah yang harus segera diselesaikan. Yakni masalah perizinan nonteknis sebanyak 13, masalah perizinan bahan peledak sebanyak 77, masalah pengadaan tanah sebanyak 5, dan masalah izin pinjam pakai kawasan hutan sebanyak 3. 

      "SKK Migas dan KKKS bekerja untuk kepentingan negara, terutama dalam rangka pemenuhan energi nasional dan pendapatan negara,” ujarnya mengingatkan.

      Kendati kegiatan hulu migas menghadapi banyak tantangan tak ringan, namun capaian lifting gas secara nasional hingga kuartal III 2019, sebesar 1.050 juta kaki kubik per hari, dan minyak 745 ribu bph.

      "Untuk capaian investasi hulu migas hingga September 2019, sebesar USD 8,4 miliar dan capaian penerimaan negara dari hulu migas sebesar USD 10,99 miliar," pungkasnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more