70 Orang Desa Ring 1 Sukowati Terima Pelatihan Penanggulangan Bencana

Rabu, 20 November 2019, Dibaca : 257 x Editor : samian

Ririn Wedia
ANTUSIAS : Peserta dari tiga desa ring 1 Sukowati antusias mengikuti pelatihan penanggulangan bencana dari Pertamina EP Asset 4.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sebanyak 70 orang perwakilan dari tiga desa ring 1, Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, yaitu Desa Ngampel, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti latihan tekhnis penaggulangan keadaan darurat dan bencana tahun 2019 disalah satu hotel di Bojonegoro, Rabu (20/11/2019).

Acara yang digelar oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Lapangan Sukowati, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field ini, dilaksanakan selama dua hari untuk mendapatkan materi penanggulangan bencana. Yakni mulai hari ini Rabu sampai Kamis besok (20-21/11/2019).

Baca Lainnya :

    Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Mayor Inf Hairil Achmad, mengatakan, Bojonegoro memikili potensi bencana seperti banjir, kebakaran hutan, angin kencang, dan juga industri migas.

    "Kami berharap, tidak terjadi bencana terutama di wilayah industri migas. Meski demikian, pelatihan ini sangat perlu untuk mengantisipasi seandainya terjadi hal-hal yang disebabkan oleh eksplorasi minyak," ujarnya saat sambutan.

    Baca Lainnya :

      Pihaknya berharap, dengan pelatihan yang akan diikuti selama dua hari ini para peserta pelatihan mendapatkan gambaran pada saat terjadi bencana.

      Sehingga, tidak hanya sekilas pemintas dalam benak, tapi juga memahami bagaimana bersikap saat terjadi bencana yang sebenarnya.

      "Harapannya tidak ada bencana atau kejadian yang akan mengakibatkan sesuatu yang merugikan pihak Pertamina atau masyarakat di Bojonegroo ini," tandasnya.

      Sementara, Pjs Legal and Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Jason W Purba, mengucapkan terimakasih atas kehadirannya semua peserta dari tiga desa.

      "Seperti yang kita ketahui, jika sebelum alih kelola, memang setiap tahun latihan seperti ini sudah dilakukan KKKS sebelumnya. Dan sekarang, giliran Pertamina EP Asset 4 yang melaksanakannya dengan menggandeng TNI-Polri," tandasnya.

      Diungkapkan, jika saat ini produksi migas di Lapangan Sukowati sebesar 9000 barel per hari (Bph) dan juga gas sebesar 12 Mmscfd. Adapun rencana kerja yaitu pemboran sumur i-003 yang merupakan sumur injeksi. Dimana air yang diproduksikan akan diinjeksi kembali.

      "Dari semua kegiatan eksplorasi sumur pasti ada resikonya. Sehingga, untuk meminimalisir resiko tersebut dilakukan latihan penanggulangan darurat dan bencana ini," imbuhnya.

      Mungkin dari TNI-Polri setiap hari latihan untuk siap siaga, tetapi Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field juga melakukannya. Bagaimana menghadapi H2S, api, dan lain sebagainya.

      "Sehingga kecelakaan kerja bisa terhindari," tandasnya.

      Jika ada yang terjadi, dengan pelatihan ini, masyarakat bisa menanggulangi dan tidak berlarian. Mudah-mudahan selama dua hari ini mengetahui tugasnya seperti apa. Selama dua hari akan diberikan teori diharapkan bisa menyamakan persepsi.

      "Sehingga kita paham dan bisa terlaksana dengan baik dan lancar," imbuhnya.

      Pihaknya berharap, semoga materi yang diberikan selama dua hari ini dilaksanakan dengan maksimal. Karena, akhir tahun akan latihan drill di lapangan dengan melibatkan personel yang banyak dan masyarakat sekitar. (rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more