Anggota DPRD Bojonegoro Ikuti Lokakarya Pengelolaan Migas

Kamis, 05 Desember 2019, Dibaca : 270 x Editor : samian

Ririn Wedia
FOTO BERSAMA : Wakil rakyat Bojonegoro saat mengikuti lokakarya pengelolaan migas yang dilaksanakan EMCL.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sebanyak 50 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti lokakarya "Pengelolaan Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) untuk Pembangunan Daerah" yang dilaksanakan operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di salah satu hotel di Bojonegoro, Kamis (5/12/2019).

External Affairs Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Ichwan Arifin, mengungkapkan, lokakarya ini bertujuan untuk mengenalkan lebih jauh lagi industri migas pada semua instansi baik DPRD maupun Pemkab Bojonegoro.

Baca Lainnya :

    "Terlebih, kami melibatkan juga narasumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas," ujar Ichwan Arifin, saat memberi sambutan.

    Ketua DPRD, Imam Sholihin, mengapresiasi lokakarya ini karena bisa secara terbuka dan transparan kepada semua anggota wakil rakyat terkait semua kegiatan di industri migas, termasuk di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu oleh EMCL.

    Baca Lainnya :

      "Disini kita bisa mendiskusikan berbagai macam kegiatan di Lapangan Banyu Urip termasuk pemberian program Cosporate Social Responsilibility  (CSR) untuk Bojonegoro," lanjutnya.

      Bojonegoro mendapatkan berkah yang besar dan luar biasa karena mampu menyumbang minyak sebesar 30 persen nasional. Sehingga, keberadaan anugerah tersebut harus memberikan dampak yang  positif.

      "Kita sangat berterimakasih kepada EMCL yang mengadakan acara ini, sehingga bisa menjawab kepada masyarakat yang selalu bertanya tentang kegiatan di Banyu Urip," tukasnya.

      Anggota Komisi A, M Fauzan, mengungkapkan, meski pekerjaan fisik di Lapangan Migas yang berpusat di Kecamatan Gayam ini sudah selesai, namun jika masih ada peluang-peluang lainnya, EMCL diharapkan bisa terbuka dan tetap melibatkan lokal.

      "Kalau ada pekerjaan lainnya yang masih bisa dijadikan peluang bisnis, lokal harus diutamakan," tandas polittisi asal Partai Demokrat. (Rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more