Asisten Bupati : Potensi Migas di Blora Menjanjikan

Jum'at, 29 November 2019, Dibaca : 242 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Asisten Bupati Bidang Ekonomi Pembagunan, Suryanto


SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memiliki potensi Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang menjanjikan untuk dieksplorasi dan diproduksi. Di Bumi Arya Penangsang-sebutan lain Blora- banyak ditemukan titik sumur minyak tua yang pernah aktif berproduksi pada zaman Belanda. 

Asisten Bupati Bidang Ekonomi Pembagunan Setda Blora, Suryanto, menyampaikan,  kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi yang dilakukan di wilayah Blora, bukan tidak mungkin bakal menemukan hasil signifikan. Mengingat, banyaknya titik sumur migas di Blora.

Baca Lainnya :

    “Bahkan ada ribuan titik sumur ditemukan,” ujarnya saat berada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Jumat (29/11/2019). 

    Hanya saja, untuk pengoperasian lapangan Migas tergantung dari pemerintah dan pemilik modal. Begitu juga keputusan politis bisa menjadi pertimbangan. 

    Baca Lainnya :

      “Jadi ya tergantung pemerintah,” tegasnya. 

      Banyaknya titik sumur dari lapangan migas yang ada, menurut dia, menandakan bahwa Blora pernah berjaya pada industi hulu migas. 

      “Kembali lagi kepada mereka (Pemerintah dan pemodal). Apakah menyetujui rencana operasi yang akan dilakukan kontraktor,” tandasnya. 

      Untuk diketahui, di Blora hingga sekarang ini terdapat eksplorasi maupun eksploitasi migas. Seperti yang dilakukan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Disamping memproduksi gas, anak perusahaan plat merah itu, juga memproduksi minyak dari sumur existing mapun menerima setoran dari lapangan sumur minyak tua yang dikelola oleh penambang. 

      “Jadi masih sangat potensial sekali untuk dikembangkan secara maksimal,” tandasnya. 

      Selain itu sejumlah kegiatan eksplorasi juga sedang dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Di antaranya, Blok Alas Dara Kemuning (ADK) oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC ADK).

      Rencanana pengembangan (Plan of Development/PoD) sudah paparkan di hadapan Gubernur Jawa Tengah. Gas dari Lapangan Kemuning, menurut rencana dibeli oleh Pertamina Gas (Pertagas). Untuk selanjutnya diolah menjadi CNG. 

      Kemudian, Blok Randuguting, yang dioperatori oleh Pertamina Hulu enertgi (PHE) Randugunting, yang dikabarkan akan melakukan produksi. Lokasi sumurnya pun berada di wilayah Kabupaten Rembang. Sejumlah eksplorasi juga pernah dilakukan di Blora. 

      Lalu, Lapangan Migas Trembul di Kecamatan Ngawen. Tahap eksplorasi sudah dilakukan KSO Pertamina EP – PT Sarana GSS Trembul (SGT) pada titik sumur SGT-01. Lokasinya di Desa Karangtengan Kecamatan Ngawen.  Namun Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) belum dilakukan, meskipun ada rencana pembelian gas oleh BUMD Blora, PT Blora Patra Energi (BPE). 

      Selanjutnya, anak perusahaan PT BPE, KSO Pertamina EP – PT Banyubang Blora Energi (BBE) yang baru saja menyelesaikan proses Work Over pada dua titik sumur di Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo. Hasilnya pun, belum diketahui.

      Sementara, baru Pertamina EP asset 4 Field Cepu, yang melakukan eksploitasi, dan hingga sekarang  masih eksis beroperasi.  

      Legal and Relations Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Angga Aria, menyampaikan produksi minyak di wilayahnya, termasuk Blok Gundih sebesar sebesar 2.178 barel per hari (bph). Sedangkan Produksi Gas sebesar 69.32 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more