Bupati Anna Akan Bagikan 100 Mobil Siaga Desa

Rabu, 20 November 2019, Dibaca : 924 x Editor : nugroho

d suko nugroho
TINGKATKAN PELAYANAN : Bupati Anna akan membagikan 100 mobil siaga kepada desa untuk mempermudah masyarakat peroleh layanan.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Kabar gembira bagi pemerintah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tahun depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat akan membagikan 100 unit mobil siaga. 

"Tahun 2020 sudah kita anggarkan untuk pengadaan 100 mobil siaga," ujar Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah tanpa menyebutkan berapa alokasi anggaran yang disiapkan dan jenis mobil siaga desa yang akan dibagikan saat menghadiri sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi kependudukan dan pemanfaatan data oleh instansi/OPD Kecamatan Se Kabupaten Bojonegoro di GOR Gayam, Kecamatan Gayam, Selasa (19/11/2019) kemarin. 

Baca Lainnya :

    Dijelaskan pemberian mobil siaga ini akan diprioritaskan bagi desa-desa terpencil yang jauh dari pelayanan kesehatan. Sekarang ini, lanjut Bu Anna, panggilan akrab Bupati Bojonegoro, sudah banyak desa yang meminta agar diberikan mobil siaga. 

    "Tapi kita utamakan desa-desa terpencil dulu. Sekarang sedang kita petakan," tegasnya.

    Baca Lainnya :

      Bantuan mobil siaga ini akan diberikan secara bertahap, sehingga kedepannya bisa menjangkau semua desa di wilayah Bojonegoro.

      "Nanti setiap tahun akan kita lakukan pengadaan. Tahun depan 100 unit, tahun 2021 100 unit sampai semua desa dapat," tandasnya.

      Bupati perempuan pertama Bojonegoro berharap dengan pemberian bantuan mobil siaga ini dapat memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan khusus kesehatan. 

      "Jangan sampai terjadi masalah seperti di Kecaman Gayam. Masyarakat tidak terlayani, akhirnya tidak tertolong gara-gara pinjam mobil puskesmas tidak diperbolehkan," tutur Bu Anna.

      Oleh karena itu, dirinya meminta kepada kepala desa dan semua jajarannya untuk lebih mengedepankan pelayanan dari pada standart operasional prosedur (SOP). 

      "Orang sakit jangan ditanya mana SKTM-nya, tapi layani dulu sampai rumah sakit. Jadi jangan betul saja prosedurnya, tapi pelayanan juga harus diutamakan. Kepala desa harus bertanggungjawab. Bukan bupati semuanya. 1,45 juta orang, mana bisa bupati ingat satu per satu," pungkasnya.

      Pernyataan bupati tersebut menanggapi penolakan Puksesmas Gayam meminjamkan mobil ambulan kepada Mustiah (50), warga RT 13 RW 03 Desa Gayam, pada pada Jumat (15/11/2019). Warga ring satu Lapangan Minyak, Banyu Urip, Blok Cepu, itu kondisi kesehatannya saat di rumah drop. Semakin lama, kondisinya semakin parah. Nafasnya tersengal dan tidak bisa bergerak sama sekali. 

      Mustiah akhirnya dibawa mobil layanan kesehatan keliling milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), ke RSUD Padangan. Korban sempat mendapat pertolong tim medis, tapi akhirnya nyawanya tidak tertolong. 

      Persoalan penolakan peminjaman mobil ambulan itu telah diselesaikan dengan mediaasi yang difasilitasi Camat Gayam, Agus Hariana, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Hernowo, dan Kepala Desa Gayam, Winto.(suko)  


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more