DPRD Bojonegoro Pertanyakan Pelunasan Kurang Bayar DBH Migas Rp532 Miliar

Kamis, 05 Desember 2019, Dibaca : 303 x Editor : nugroho

dok/sbu
Lasuri Anggota Komis B DPRD Bojonegoro, Lasuri.


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan pembayaran kurang bayar dana bagi hasil (DBH) Migas oleh Kementerian Keungan (Kemenkeu) kepada daerah. Karena pada pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2019 pada November kemarin, pemkab tidak memberitahukan adanya pembayaran tersebut.

"Kok tiba-tiba muncul berita ada pembayaran atau transfer ke daerah ratusan miliar. Itu kapan dan bagaimana?" kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (4/12/2019). 

Baca Lainnya :

    Jika benar ada pembayaran kurang bayar  sebesar Rp532 miliar dari pusat, lanjut dia, maka akan terakumulasi menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (Silpa) tahun 2019.

    "Ya pasti masuk Silpa," tandasnya. 

    Baca Lainnya :

      Politisi PAN itu mengaku belum mengetahui secara rinci besaran Silpa dari pelunasan Kurang Bayar DBH Migas ini. Sebab, Badan Pendapatan Daerah (Bependa) tidak melaporkan jika ada transfer.

      "Mereka juga tidak memberitahukan bahwa bulan Desember ini akan ada transfer lagi," pungkasnya.

      Sebelumnya,  Kepala Bapenda, Ibnoe Soeyoeti, menyampaikan, Kemenkeu melakukan transfer kurang bayar DBH Migas terhitung tahun 2014 sampai dengan 2017. Di tahun 2019 ini, pembayaran atau transfer dilakukan secara bertahap sejak Mei 2019. 

      Pada bulan Mei 2019 lalu, daerah mendapatkan dana transfer kurang bayar sebesar Rp99 juta, lalu bulan Juni sebesar Rp99 miliar. Kemudian, pada bulan November tahun 2019 ditransfer lagi sebesar Rp99 miliar dan ditambah dari pemotongan lebih bayar DBH Migas Rp233 miliar.

      "Sementara sisanya Rp100 miliar akan ditransfer pada akhir Desember 2019," ujar Ibnoe.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more