Gonti-ganti Pasangan Picu Tingginya Angka Sebaran HIV/AIDS

Kamis, 05 Desember 2019, Dibaca : 250 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
Pelaksana tugas Kepala Dinkes Blora, Lilik Hernanto.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seks menjadi salah satu faktor penyebab penyebaran virus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di kalangan masyarakat Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

"Gonta-ganti pasangan seks picu tingginya angka sebaran HIV/AIDS," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, kepada Suarabanyuurip.com.

Baca Lainnya :

    Data sebaran di tahun 2019 ini, sebanyak 153  ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Dimana HIV-nya sejumlah 69 orang, AIDS sebanyak 84 orang.

    "Sementara ODHA yang meninggal sebanyak 9 orang," ujarnya.

    Baca Lainnya :

      Jumlah tersebut terdeteksi melalui Klinik VCT (Voluntary Counselling and Testing) di 26 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit.

      "Melalui konselling dan pemeriksaan darah," jelasnya.

      Dia menjelaskan, yang wilayahnya tidak ada kasus atau kasusnya kecil, belum tentu tidak ada. Tetapi mungkin belum terdeteksi atau belum periksa ke klinik VCT.

      "Semakin cepat terdeteksi, kata dia, semakin cepat untuk diobati," ujarnya.

      Untuk mencegah dan menanggulangi sebaran HIV/AIDS, pihaknya selalu aktif melakukan penyuluhan atau sosialisai HIV/AIDS. Agar masyarakat mau memeriksakan diri ke klinik VCT di 26 puskesmas dan di 2 RSUD.

      "Untuk mengetahui apakah terinfeksi HIV atau tidak," kata dia.

      Dia mengklaim, dengan penyuluhan yang inten hasilnya banyak masyarakat yang memeriksakan diri. Sementra, tingkat sebaran terbesar masih pada kalangan perempuan.

      "Ibu rumah tangga dan Pekerja Seks Komersial (PSK). Terbesar itu, Mas," pungkasnya.(ams) 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more