Hari Pertama, 101 Pemuda Daftar Pelatihan Sertifikasi

Kamis, 07 Februari 2013, Dibaca : 1719 x Editor : nugroho

ririn w
ANTRI : Para pemuda ring 1 Lapangan Banyuurip menyerahkan formulir pendaftaran pelatihan Sertifikasi yang dibuka Disnakertransos


SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro -  Hari pertama pembukaan pelatihan dan sertifikasi yang dibuka Dinas Tenaga, Kerja, Transmigaris dan Sosial (Disnakertransos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur sebanyak 101 peserta yang sudah memasukan formulir pendaftaran. Mereka terdiri dari warga lokal di tiga Kecamatan Ring 1 Lapangan minyak Banyuutip, Blok Cepu yaitu Kecamatan Ngasem, Kalitidu dan Gayam.

Baca Lainnya :

    Kepala Bidang Pengembangan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertransos Bojonegoro, Joko Santoso, mengungkapkan, pada hari pertama pendaftaran hingga pukul 12.00 Wib siang tadi data yang sudah masuk sebanyak 101 lembar formulir pendaftaran.

    “Kita perkirakan puncaknya akan terjadi besok karena hari terakhir menyerahkan formulir pendaftaran untuk pelatihan dan sertifikasi ini,” tandasnya.

    Baca Lainnya :

       Dia menambahkan, pihaknya sudah memprediksikan akan banyaknya peminat pelatihan dan sertifikasi ini. Karena itu akan dilakukan seleksi agar nantinya memperoleh calon peserta yang benar-benar memiliki kemampuan sesuai kelasnya.

      “ Masing-masing bidang pelatihan akan diambil 25 orang,yang akan dilaksanakan seusai seleksi tanggal 12/2/2013 mendatang,” papar Joko.

      Joko mengungkapkan, pelatihan dan sertifikasi ini menelan biaya sebesar Rp 290 juta. Rinciannya untuk scaffolding dan rigging masing-masing orang sebesar Rp 3 juta. Sedangkan welder satu orang mencapai Rp 5,5 Juta.

      Rencananya, lanjut Joko, pembukaan pelatihan itu akan dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Pembukaan itu akan dihadiri Bupati Bojonegoro, Suyoto, Kepala Disnakertransos Provinsi Jawa Timur, serta pejabat dari satuan kerja khusus (SKK Migas).

      Sementara itu, Moch Rotik (20), pemuda asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam, mengaku, sangat menginginkan pelatihan ini. Karena jika berhasil mendapatkan sertifikasi dari pelatihan tersebut menjadi modal utamanya bekerja di proyek migas.

      “Saya sering melihat orang-orang scaffolding di lapangan sehingga sedikit banyak tahu bagaimana pekerjaan mereka,” sambung pemuda yang pernah bergabung di salah satu perusahaan jasa security di Bojonegoro.

      Dirinya berharap, setelah dirumahkan pada bulan Januari lalu oleh perusahaannya, Moch Rotik bisa bekerja kembali dan tidak menganggur seperti sekarang ini.

      Terpisah, Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya menyampaikan, pelatihan dan sertifikasi untuk tenaga scaffolding, rigging dan welder ini sebagai bentuk dari program Corporate Sosial Responbility (CSR) MCL kepada masyarakat sekitar proyek.

      “Tujuannya lebih kepada untuk memberikan bekal keterampilan kerja bagi tenaga kerja lokal dimana untuk seleksinya melibatkan Kepala Desa terkait dan Disnakertranos,” sambung Rexy kepada www.suarabanyuurip.com, Kamis (7/2/2013).

      Dia menambahkan, kuota yang diambil nantinya hanya untuk 75 orang untuk semua keterampilan kerja.

      “Itu sudah maksimal dan agar pelatihan nanti lebih efektif,” pungkas warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini. (rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more