Industri Migas Bojonegoro Dongkrak Penerimaan Pajak Hotel Hingga 100,13 persen

Senin, 02 Desember 2019, Dibaca : 231 x Editor : rozaqy

Ririn Wedia
Lapangan JTB yang saat ini sedang proses konstruksi turut berkontribusi di sektor pajak


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan Daerah  (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, pajak perhotelan hingga bulan November 2019 mencapai 100,13 persen. Yakni, mencapai Rp5,1 miliar dari target yang dipasang sebesar Rp4,3 miliar.

"Terbesar dari sewa hotel The Resident di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, oleh Pertamina EP Cepu (PEPC)," kata Kabid Pajak Daerah Bapenda, Fathin Hamamah, Senin (2/12/2019).

Baca Lainnya :

    Hotel tersebut, digunakan untuk tempat tinggal bagi pekerja dari Lapangan Unitisasi Minyak dan Gas Bumi Jambaran Tiung Biru (JTB). Hingga bulan November terhitung pajak yang masuk adalah sebesar Rp2,1 miliar.

    "Dari total Rp5,1 miliar itu sebesar Rp2,1 miliar dari srwa hotel oleh PEPC," ungkap wanita berdarah Madura ini.

    Baca Lainnya :

      Pihaknya optimis, hingga akhir tahun 2019 ini pendapatan pajak hotel akan terus meningkat. Tidak hanya mengandalkan dari Hotel The Resinden saja. Mengingat, banyaknya event yang diselenggarakan oleh Pemkab dan momen malam tahun baru.

      "Kami optimis, pengunjung hotel akan meningkat hingga akhir bulan Desember," tukas wanita yang mengawali kariernya di salah lembaga Perbankan ini.

      Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro, Moch. Subeki, menyampaikan, adanya industrialisasi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, mendukung tumbuh kembangnya perhotelan di Kabupaten Bojonegoro.

      "Sebagian besar, penghuni hotel adalah pekerja migas dari Blok Cepu," pungkasnya. (Rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more