Jelajah Sejarah Tiga Situs Blora Selatan

Sabtu, 09 November 2019, Dibaca : 625 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
JELAJAH SEJARAH : MGMP Sejarah SMA Blora, jelajahi sejarah lokal guba menambah pengayaan materi pembelajaran kepada siswa.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Blora bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terdapat tiga situs peninggalan sejarah. Tiga situs itu adalah Situs Ngandong, Situs Goa Sentono, dan Situs Sunggun.

Ketiga situs itu menarik perhatian para guru sejarah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Blora untuk menjelajahinya.

Baca Lainnya :

    Belum lama ini, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA se Kabupaten Blora melaksanakan jelajah sejarah lokal di wilayah kabupaten setempat, dengan menggandeng Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora. Kegiatan jelajah Sejarah Tiga Situs Blora Selatan ini dilaksanakan untuk menambah pengayaan materi pembelajaran kepada siswa.

    Sebab, ketiga situs itu tercatat dalam buku sejarah yang disampaikan kepada siswa. Sehingga, dengan agenda jelajah sejarah, para guru tidak hanya menyampaikan materi dari literasi buku saja, melainkan telah membuktikan secara langsung ke lokasi sejarah.

    Baca Lainnya :

      Untuk situs Ngandong, Sekretaris MGMP Sejarah SMA, Hesti Prihantini, mengapresiasi bangunan cagar budaya yang dulu digunakan penelitian ditemukannya homo erectus progresif.

      “Berdasarkan data, penelitaannya dilakukan oleh C. Ter Haar, WFF Oppenoorth, dan GHR Van Koenigswald pada tahun 1931-1933 yang telah menemukan 11 tengkorak manusia,” ujarnya yang masuk dalam 35 orang rombongan MGMP Sejarah SMA Kabupaten Blora.

      Sudah sewajarnya, kata dia, situs cagar budaya Ngandong mendapat perhatian dari sejumlah pihak terkait agar tetap terjaga.

      “Ini perlu merubah mindset, agar tetap terjaga dan terawat dengan baik,” katanya.

      Usai dari Ngandong, rombongan mengunjungi situs di Dusun Sunggun, Desa Medalem tempat ditemukannya fosil vertebrata di Indonesia (Jawa), individu lengkap, yakni fosil gajah Elephas Hysudrindicus pada tahun 2009.

      “Fosil Elephas Hysudrindicus disimpan di museum geoligi Bandung, dan Blora ada replikanya yang dipasang di utara Alun-Alun Blora,” jelas Lukman Wijayanto, petugas dari rumah artefak Dinporabudpar Kabupaten Blora.

      Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Sejarah dah Purbakala, Eka Wahyu Hidayat Dinporabudpar menjelaskan, hasil kajian tim museum geologi Bandung, paling spektakuler, pada umumnya, gajah Blora hampir sama dengan gajah di Indonesia.

      “Namun, gajah yang sudah berusia 250.000 tahun ini lebih tinggi empat hingga lima meter. Sementara berat gajah Blora ini diperkirakan sekira 6 sampai 8 ton,” ujarnya.

      Jelajah sejarah berikutnya di situs Goa Sentono. Para pendidik sejarah SMA pun terpikat dengan keelokan nuansa Goa Sentono yang telah dibangun sehingga nyaman bagi pengunjung.

      Para guru mendapat penjelasan, di antaranya adanya batu bata bekas bangunan akhir kerajaan Majapahit dan disinggung folklor Blacak Ngilo. Selain itu, juga mengunjungi Goa Sentono untuk melihat dari dekat dan membuat dokumentasi.

      Menurut, Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar, M Solichan Mochtar, agenda jelajah budaya MGPM Sejarah SMA, merupakan kegiatan sinergitas yang baik untuk menjalin kemitraan secara bekelanjutan.


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more