Jumlah Lulusan dan Pagu Tak Imbang

Rabu, 25 Juni 2014, Dibaca : 1000 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan-Tahun ini jumlah lulusan siswa SMP sederajat se Lamongan, Jawa Timur mencapai 11.600 siswa. Sementara jumlah pagu yang tersedia untuk tingkat SMA negeri sederajat hanya ada 4.590 bangku.

Meski ada kesenjangan antara siswa yang lulus dan jumlah pagu, namun itu belum termasuk pagu di sekolah swasta. Sehingga siswa pagu akan ditutupi dengan bangku yang tersedia di sekolah swasta.

Baca Lainnya :

    Sementara itu, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada satuan pendidikan di Lamongan tahun ini dilaksanakan serentak untuk semua jenjang. Baik untuk jenjang TK, SD, SMP maupun SMA.

    Untuk jadwal pendaftaran PPDB sendiri sudah ditetapkan dimulai pada 23 hingga 28 Juni 2014. Kemudian seleksi dan pengelolaan dilaksanakan mulai tanggal 30 Juni sampai dengan 1 Juli 2014.

    Baca Lainnya :

      Selanjutnya masa daftar ulang ditetapkan mulai tanggal 3 hingga 5 Juli 2014, persiapan pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) pada 7 hingga 12 Juli 2014 dan pelaksanaan MOS pada 14 hingga 16 Juli 2014

      Untuk tes masuk SD, Dinas Pendidikan Lamongan sudah tidak mensyaratkan lagi adanya tes membaca, menulis dan menghitung (calistung). Hal tersebut sesuai SK tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Pada Satuan Pendidikan Kabupaten Lamongan. Sementara itu, piagam dan sertifikat masih masuk sebagai poin pembobotan di Lamongan.

      Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Bambang Kustiono melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni kepada suarabanyuurip.com, Rabu (25/6/2014), mengatakan, bagi peserta PPDB yang memiliki prestasi juara perorangan nasional, yang bersangkutan bebas memilih sekolah di Lamongan dan otomatis akan diterima sebagai siswa baru.

       

      Sedangkan untuk prestasi non perorangan tingkat nasional ada pembobotan tersendiri. Demikian pula untuk tingkat propinsi dan kabupaten/kota.

      “SK tentang PPDB ini sudah kami sampaikan dan sosialisasikan kepada seluruh lembaga pendidikan di Lamongan. Agar selanjutnya dijadikan pedoman dalam penerimaan peserta didik baru,“ kata dia.

      Penerimaan siswa baru untuk SMA/sederajat yang hanya menampung sekitar 30 persen bagi lulusan SMP disambut beragam wali murid.

      “Harapan saya proses PPDB di SMA negeri bisa fair. Jangan sampai terjadi jual beli kursi, “ kata salah satu warga desa Sidomulyo, Kecamatan Deket.

      Sementara wali murid asal desa Pucangtelu, Kecamatan Kalitengah Toni  mengharap agar Pemkab mengontrol biaya pendaftaran PPDB disekolah agar tidak sampai pihak sekolah menerapkan biaya mahal yang tidak terjangkau masyarakat kecil.(tok)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more