Musim Kemarau, Tambang Pasir Bengawan Solo Menjamur

Senin, 16 September 2019, Dibaca : 544 x Editor : rozaqy

Ahmad Sampurno
TAMBANG PASIR : Tambang Pasir Mekanik disepanjang daerah Bengawan Solo Menjamur


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno 

Blora – Keberadaan tambang pasir mekanik disepanjang daerah bengawan solo menjamur. Mengingat, pada musik kemarau seperti saat ini debit air bengawan solo cenderung menyusut.

Analis Konservasi Minerba, Balai Pengkajian dan Pengawasan dan Pengendalian (BP3) ESDM Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan, Luki Ariyanto, menyampaiakan bahwa belum lama ini tekah dilakukan pendataan. Namun, dirinya mengaku belum tahu persis jumlahnya. Karena belum bisa ke lokasi, pihaknya mengaku mengunakan Google erth untuk memantau.

Baca Lainnya :

    "Kalau dizoom kan sampai kelihatan pipa-pipanya jelas. Lumayan banyak.  Dari Cepu, Kedungtuban, sampai Kradenan,” jelasnya, Senin (16/9/2019).

    Menurutnya, itu adalah wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Dia tidak memungkiri jika di wilayah Jawa Timur khususnya Bojonegoro, terdapat penambangan pasir bengawan solo. 

    Baca Lainnya :

      “Kalau di wilayah perbatasan, biasanya kalau di sana ada operasi mereka pindah kesini (Jawa Tengah),” ungkapnya.

      Dijelaskan, untuk wilayah Jawa Timur yang masuk di Kabupaten Bojonegoro, yakni Kecamatan Padangan ke hilir, cenderung lebih ketat.

      “Kalau pas perbatasan itu bisa pindah-pindah. Perbatasan masih bermain hal itu,” tandasnya.  

      Disampaiakan bahwa, BP3 ESDM Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan, hanya memiliki kewegangan pembinaan. Itupun harus ada rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

      Lebih lanjut, Luki menjelaskan, bahwa tambang pasir bengawan solo di wilayah Kabupeten Blora belum ada yang berijin.

      “Gak tahu kalau dari Bojonegoro Jawa Timur itu,” ungkapnya.

      Karena bisnis tambang pasir bengawan solo itu adalah bisnis musiman, jadi banyaknya tidak bisa dipastikan. Dia hanya mengungkapkan keberadaan bisnis tambang itu cukup banyak.

      “Itu kan musiman, kalau musim kemarau airnya surut bisa nambang, kalau musiam hujan kan airnya tinggi. Jadi tidak bisa nambang,” jelasnya.

      Dia mengaku, sampai sekarang ini belum ada agenda pembinaan terhadap para penambang.

      “Pembinaan dan pendataan hanya tahun kemarin,” ungkapnya.

      Sementara, Camat Kedungtuban, Martono, mengakui jika di wilayahnya juga terdapat tambang pasir.

      “Tapi sekarang sudah sepi Mas. Pasirnya sudah habis,” tandasnya.

       

       

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more