Pengambilan Air Bawah Tanah untuk Proyek Gas JTB Harus Kantongi SIPA

Rabu, 13 November 2019, Dibaca : 609 x Editor : nugroho

dok/sbu
PROYEK GAS JTB : Kebutuhan air untuk proyek gas JTB yang berasal dari sumur bor harus kantongi SIPA.


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Bagian Sumber Daya Mineral (SDA) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghimbau masyarakat di sekitar Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) untuk mengurus izin terlebih dahulu sebelum membuat sumur atau memanfaatkan air bawah tanah. 

"Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ada laporan pemanfataan air tanah oleh warga Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo," kata Kasubag ESDM dan Lingkungan Hidup Bagian SDA Bojonegoro, Dadang Aris kepada suarabanyurip.com, Rabu (13/11/2019). 

Diungkapkan, setelah dilakukan pengecekan, pembuatan sumur yang airnya digunakan untuk kebutuhan proyek Gas JTB sudah ada yang berizin atau mengantongi Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA) dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. 

"Namun dari tiga sumur, baru satu yang berizin. Jadi kami himbau semuanya diurus izinnya," tandasnya. 

Menurutnya, pemanfaatan air tanah harus mengantongi izin agar tidak mengganggu atau berdampak pada sumur lainnya. Selain itu, ada retribusi daerah yang wajib dibayarkan melalui pajak pemanfaatan air tanah. 

"Kalau ngurusnya lngsung di Provinsi, kami tidak ada kewenangan," pungkasnya.

Sebelumnya seorang warga Dusun Kuluhan, Desa Dolokgede melaporkan adanya pengambilan air bawah tanah di wilayah setempat untuk proyek Gas JTB yang menyebabkan sumur-sumur warga kering.

Baca Lainnya :
Show more