Perangkat Desa Bandungrejo Keluhkan Kerusakan Jalan Utama JTB

Kamis, 28 November 2019, Dibaca : 279 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Kerusakan jalan utama menuju lokasi Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) sepanjang kurang lebih enam kilo meter mulai pertigaan Dusun Gledegan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga lokasi proyek Gas JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikeluhkan warga sekitar.

Kondisi jalan yang juga sebagai penghubung Kecamatan Gayam ke Ngasem tersebut banyak berlubang karena beskos (pasir batu) disepanjang jalan mulai habis. Ditengarai seringnya dilalui mobil berat maupun mobil proyek JTB lainnya.

Baca Lainnya :

    "Jalan mulai Gledegan sampai pertigaan Sawit arah Ngasem sudah parah, disepanjang badan jalan banyak yang berlubang membahayakan pengguna," keluh warga Desa Bandungrejo, Suyono, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (27/11/2019) kemarin.

    Mbah Yo begitu karib Suyono disapa menduga, rusaknya jalan tersebut akibat banyaknya kendaraan berat proyek yang menggunakan. Sehingga beskosnya habis tidak merata membentuk kubangan kerbau. Belum lagi ditambah dengan debu yang acap kali beterbangan dihempas roda kendaraan.

    Baca Lainnya :

      "Kalau hujan licin ditambah tanah menyumpal roda kendaraan utamanya sepeda motor yang membuat pengguna terganggu. Khususnya petani sekitar yang pulang dari aktivitas bertani," tuturnya.

      Pria yang juga perangkat Desa Bandungrejo ini menyarankan, operator proyek Gas JTB Pertamina EP Cepu (PEPC) segera mengambil langkah untuk memperbaikinya sebelum memunculkan gejolak sosial warga.

      "Paling tidak diratakan lagi dengan beskos, sukur-sukur di bangun dengan hotmix langsung malah bagus," imbuhnya. 

      Di beritakan sebelumnya DPRD Kabupaten Bojonegoro, meminta komitmen Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru, Pertamina EP Cepu dalam meningkatkan infrastruktur jalan disepanjang jalan utama menuju proyek di Desa Bandungrejo.

      "Ini ada laporan warga yang mengeluhkan kondisi jalan rusak mulai dari pertigaan Dusun Gledegan, Desa Mojodelik sampai pintu masuk Desa Bandungrejo," kata Ketua Komisi D, Abdullah Umar, Kamis (28/11/2019).

      Menurutnya, PEPC harus segera menindaklanjuti kondisi jalan yang dianggap membahayakan warga yang menggunakan akses tersebut untuk aktivitas setiap harinya.

      "Harus ada perjanjian atau kesepakatan dengan Pemkab Bojonegoro untuk perbaikan jalan karena PEPC menggunakan itu untuk kebutuhan proyeknya. Jangan lepas tangan," tukasnya.

      Sementara itu, JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Kunadi saat dikonfirmasi melalui surat elektroniknya Rabu (27/11/2019) kemarin belum ada balasan.(Rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more