Pertamina EP Cepu Diminta Akomodir Warga Terdampak Proyek Gas JTB

Rabu, 13 November 2019, Dibaca : 581 x Editor : nugroho

ririn wedia
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi meminta Rekind melatih kontraktor lokal agar bisa terlibat di proyek Gas JTB.


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Rapat dengar pendapat yang dilaksanakan Komisi B DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, dengan warga terdampak proyek Gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) dan PT Rekayasa Industri (Rekind) di Pendapa Kecamatan Gayam, Rabu (13/11/2019), memunculkan banyak aspirasi. 

Masukan yang disampaikan Suhadak (65), Warga Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, misalnya. Tokoh masyarakat itu meminta kepada Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk mengumpulkan semua kontraktor dan subkontraktornya dalam mengerjakan proyek Gas JTB.  

Baca Lainnya :

    "Jadi, kalau bisa, kami meminta kepada DPRD, agar PEPC ikut bertanggung jawab dalam keterlibatan tenaga kerja serta kontraktor lokal," ujarnya.  

    Disebutkan, jika pekerjaan di proyek Gas JTB, bukan hanya PT Rekayasa Industri (Rekind). Tetapi juga ada Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) yang sekarang ini sedang mengerjakan pengeboran sumur. Perusahaan tersebut wajib membuka peluang kerja bagi tenaga lokal. 

    Baca Lainnya :

      "Jangan hanya Rekind saja ini yang dituntut untuk bertanggung jawab, tapi juga lainnya," tegas Pak Dak, sapaan akrabnya. 

      Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menyatakan, semua masukan dari warga akan diakomodir. Setelah pertemuan ini, pihaknya akan melakukan rapat dnegar pendapat (hearing) menghadirkan semua pihak baik warga, perusahaan, maupun Pemkab Bojonegoro. 

      "Kami juga mendukung keterlibatan konten lokal. Tapi perlu diingat, bahwa ketika mau perang atau istilahnya bekerja, harus punya skill atau keahlian. Jangan cuma teriak saja," sambungnya.  

      Komisi dewan yang membidangi masalah migas ini menilai, Pemkab Bojonegoro, selama ini masih memiliki kekurangan dalam menangkap peluang adanya industri migas di wilayahnya.

      "Harusnya Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga kerja menangkap peluang ini dnegan memberikan pelatihan bagi kontraktor lokal," tandas Sally. 

      Politisi Partai Gerindra ini mengusulkan kepada PT Rekind, kontraktor EPC-GPF JTB untuk mengakomodir kontaktor lokal agar dilatih sesuai kebutuhan supaya memiliki kemampuan atau skill. 

      "Kalau PT Rekind tidak punya biaya, biar kami yang ajukan ke Pemkab," tandasnya.  

      Sementara itu, suarabanyuurip,com masih berupaya mengkonfirmasi pihak PEPC dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more