Petani Cepu Tolak Penambangan Pasir Darat

Sabtu, 23 November 2019, Dibaca : 491 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
TOLAK TAMBANG PASIR : Sejumlah petani Desa Kapuan sedang menyatukan sikap untuk melakukan penolakan penambangan pasir darat.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Rencana usaha tambang pasir darat di area persawahan wilayah Dusun Wangkot, Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengancam keberlangsungan hidup petani di desa setempat. Sebab lokasinya berada di tengah area persawahan produktif yang setiap satu tahun bisa penen antara dua sampai tiga kali.

Tempatnya agak berbukit, dan sekitar lokasi adalah lahan pertanian milik warga tiga dusun. Yakni Dusun Jeruk dan Dusun Garas, Desa Cabean, dan Dusun Wangkot, Desa Kapuan.

Baca Lainnya :

    Ratusan petani sekitar kompak menolak adanya rencana penambangan pasir darat. Puncaknya, pada Kamis pekan lalu, saat adanya alat berat yang masuk tanpa permisi dengan warga. Secara tiba-tiba datang ke lokasi tambang dan mengeruk material pasir untuk dijadikan sampel.

    Warga sontak mendatangi lokasi untuk memprotes aktiviatas tersebut. Sebab, lahan pertanian mereka rusak lantaran dilalui alat berat.

    Baca Lainnya :

      "Kami tidak setuju kalau ada tambang pasir di sini karena mengancam keberlangsungan hidup petani," ujar Sa'at (62), petani Desa Kapuan bersama 13 petani lainnya kepada Suarabanyuurip.com, Jum'at (22/11/2019) sore.

      Petani tidak terima jika sumber pangan dan penghasilan dirusak begitu saja oleh usaha tambang.

      "Anak cucu kami bagaimana nantinya. Kami nanti mau makan apa. Jelas nanti akan berdampak kerusakan bagi pertanian," tandasnya yang diamini warga lain.

      Lokasinya memang agak berbukit. Tapi, jika tambang itu beroperasi lama lama akan berangsur menjadi cekungan.

      "Karena itu jangan sampai tambang itu beroperasi," sambung Suwarji (58), warga RT RW 2/2, Desa Kapuan.

      Dia mengungkapkan, bahwa sebelumnya akses jalan menuju lokasi tambang direncanakan melalui Desa Cabean, tapi juga mendapat penolakan warga.

      "Di Cabean juga sudah ditolak," kata Sarmin (65) warga RT/RW 06/01, Desa Cabean.

      Kendati sekarang ini dengan mudahnya bisa masuk melalui Desa Kapuan. Bahkan, pihak pengusaha sekarang tengah proses membangun jembatan melintasi sungai untuk akses menuju lokasi tambang.

      Karena diduga dibelakang ada oknum perangkat desa berinisial Dj yang membuat mulusnya rencana penambangan itu terus berlanjut.

      "Kami khawatir, tiba-tiba alat berat masuk lalu melakukan pengerukan, karena akses menuju lokasi tambang dari jalan utama adalah lahan bengkok perangkat desa. Sementara, sawah lain adalah milik warga yang mengijinkan lahannya dilewati," kata Suwarji.

      "Kalau kami jelas tidak mengijinkan," lanjut Suwarji.

      Di harapkan pemerintah supaya tindak bijak agar ijin tambang tidak dikeluarkan. Karena mengancam keberlangsungan hidup petani.

      Sebagai bukti penolakan petani di tiga dukuhan tengah melakukan proses mengumpulkan tanda tangan penolakan. Segala sesuatu bisa dilakukan, asalkan tambang tersebut tidak beroperasi.

      "Kalau ribuan petani ada,  meskipun hanya menggarap lahan sedikit," tambah Sa'at.

      Perangkat Desa Cabean, Muharianto, membenarkan adanya penolakan tambang pasir darat dari warga Kapuan dan Cabean.

      "Semoga saja segera ada solusinya," pungkasnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more