PMII Bojonegoro Gelar Unras Tuntut Dugaan Penyelewengan Uang Rakyat

Kamis, 14 November 2019, Dibaca : 495 x Editor : samian

Ririn Wedia
UNRAS : Sebanyak 50 mahasiswa PMII Bojonegoro menuntut agar uang rakyat yang diduga diselewengkan untuk diusut tuntas.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sebanyak kurang lebih 50 orang mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di depan Pendapa Malowopati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Kamis (14/11/2019) menuntut untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan uang rakyat.

Ketua PMII Bojonegoro, Nurkhayan, mengatakan, telah mengkaji persoalan anggaran yang membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra. Disitulah, PMII mempelajari dan berdiskusi terkait APBD dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Baca Lainnya :

    "Dari data yang kami dapat, ada sisa lebih anggaran sebesar Rp2,1 triliun tahun 2018 dan masuk di APBD P tahun 2019. Artinya, APBD yang semua Rp4,8 triliun tahun 2019 menjadi Rp7,1 triliun," ujarnya.

    Adanya sistem deposito yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro sebesar Rp2,9 triliun di Bank Jatim sebesar Rp1,25 triliun, BRI Rp1,5 triliun, BNI Rp100 miliar, dan Mandiri Rp50 miliar ini bisa dicurigai adanya pemberian gratifikasi atau cash back antara Pemerintah Kabupaten dan pihak Bank.

    Baca Lainnya :

      "Disisi lain, kami mendapat data dari BPKAD adanya perbedaan bunga deposito terdapat kejanggalan dalam dua lampiran data dengan nomor surat yang sama. Tapi isinya berbeda," tegasnya.

      Pihaknya menduga, ada praktik kotor dibalik kedok deposito. Sehingga, menuntut agar Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah untuk menjelaskan kepada masyarakat berkaitan dengan uang rakyat yang didepositokan.

      "Kami juga mendorong penegak hukum baik BPK, KPK, Kejari dan Polres Bojonegoro untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan uang rakyat yang didepositokan," pungkasnya.

      Dari pantauan para mahasiswa memaksa masuk kantor pemkab setempat, dihadang oleh petugas kepolisian dan satpol pp. Namun mereka bersikeras masuk untuk bisa bertemu bupati atau wakil bupati. Hingga saat ini aksi Unras masih terus berlangsung.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more