Polusi Debu, Warga Talok Tuntut Batching Plan Ditutup

Kamis, 21 November 2019, Dibaca : 312 x Editor : rozaqy

Ririn Wedia
Warga meminta semua aktivitas perusahaan dihentikan sementara


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Masyarakat Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuntut perusahaan Batching Plan (tempat mencampur atau memproduksi bahan baku beton)  PT Merak Jaya Beton untuk menghentikan aktvitasnya karena menimbulkan polusi debu. 

Fauzi (35), warga setempat mengaku, selain berdampak pada debu, perusahaan yang aktivitasnya 24 jam ini juga menimbulkan suara bising. Hal ini sangat mengganggu warga sejak setahun terakhir, meskipun perusahaan itu berdiri sejak 5 tahun yang lalu. 

Baca Lainnya :

    "Kami, minta semua aktivitas perusahaan dihentikan sementara," ujarnya saat melakukan mediasi di Balai Desa setempat, Kamis (21/11/2019). 

    Pihaknya mengaku, jika PT Merak Jaya Beton menghiraukan segala keluh kesah warga yang sudah disampaikan sejak bulan Agustus lalu. Terlebih, musim kemarau panjang tahun ini semakin menyebabkan debu masuk ke rumah-rumah warga yang jaraknya berdekatan .

    Baca Lainnya :

      "Bahkan bunyi dentungan mesin pada malam hari sangat keras, mengganggu istirahat warga,"tandasnya.

      Dia mengaku, jika tuntutan warga seperti kompensasi, penyiraman jalan dan program corporate social responsibility (CSR), sampai hari ini tidak ada kejelasan.  Dikatakan, pihaknya meminta kompensasi uang Rp300.000 per bulan mulai agustus lalu.

      Pihak PT MJB bernegosiasi hanya mampu memberikan kompensasi berkisar Rp 100.000 hingga mengerucut nominal Rp 150.000. Namun oleh warga ditolak karena atas sikap perusahaan yang selama ini sangat mengabaikan keluhan warga. 

      Sementara itu, Humas PT Merak Jaya Beton, Lutfi Nur Fahmi, enggan memberikan komentar terkait aksi ini. 

      "Saya izin pimpinan dulu ya Mbak untuk memberikan konfirmasi pada media," pungkasnya. (rien) 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more