Produksi Sampah di Blora Tinggi

Jum'at, 02 Agustus 2019, Dibaca : 469 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
PRODUSI SAMPAH TINGGI : Setiap hari produksi sampah di TPA Kecamatan Cepu cukup tinggi.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno 

Blora – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bakal melakukan pembatasan penggunaan plastik di pusat perbelanjaan. Sebab, produksi sampah plastik di Blora cukup tinggi.

Sekretaris DLH Blora Jasmadi, mengatakan, setiap hari produksi sampah di Blora sebanyak 25 ton dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blora dan TPA Cepu. 30 persennya adalah sampah plastik yang selama ini menjadi masalah nasional.

Baca Lainnya :

    Selanjutnya, kata dia, penggunaan plastik akan terus dilakukan pembatasan. Dengan memberikan surat edaran kepada masyarakat agar melakukan pembatasan pengunaan sampah plastik di Blora.

    “Tapi untuk sementara ini masih sebatas di organisasi perangkat daerah (OPD) dulu,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com.

    Baca Lainnya :

      Target pembatasan penggunaan plastik tidak hanya OPD saja, tetapi akan diberlakukan pada pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya.

      Untuk penerapan pembatasan sampah plastik ini, lanjut dia, sudah diatur dalam peraturan bupati nomor 68 tahun 2018 tetang kebijakan dan strategi Kabupaten Blora dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

      Ketika nanti mulai diberlakukan di publik, yakni tempat perbelanjaan atau tempat umum lainnya, maka dibutuhkan media baru untuk mengantikan plastik.

      “Yakni mengharapkan masyakat bisa mencari wadah yang ramah lingkungan. Misalnya, dari rumah bawa tas sendiri untuk berbelanja,” imbuhnya.

      Lebih lanjut dia menyampaikan, selain sampah rumah tangga, penyumbang sampah terbanyak berasal dari sampah pasar.

      "Karena di pasar menjadi pusat kegiatan masyarakat,” katanya.

      Dalam upaya penanggulangan, pihaknya juga melakukan pengolahan sampah plastik. Yakni dengan pemilahan sampah mana yang mudah hancur dan sulit hancur. Dengan begitu sampah akan semakin mudah dikelola.

      "Selama ini setiap kabupaten mengalami kesulitan adalah saat pemilahan sampah. Padahal kalau sudah terpilah itu mudah, bahkan bisa laku,” imbuhnya.(ams)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more