Sisa Lebih Bayar DBH Migas Bojonegoro Masih Rp466 Miliar

Senin, 02 Desember 2019, Dibaca : 186 x Editor : rozaqy

Ririn Wedia
Kepala Bapenda Bojonegoro, Ibnoe Soeyoeti


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, jika Lebih Bayar Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) tahun 2019 untuk Bojonegoro adalah sebesar Rp699 miliar. 

"Dari jumlah tersebut, tahun 2019 ini mulai dibayarkan secara bertahap ke Kementrian Keuangan," kata Kepala Bapenda, Ibnoe Soeyoeti, Senin (2/12/2019). 

Baca Lainnya :

    Dia menerangkan, sesuai surat yang dikirimkan Pemkab Bojonegoro tahun 2018 lalu, Lebih Bayar akan dilakukan secara bertahap 3 kali selama 3 tahun. Yakni, tahun 2019, 2020, dan 2021. Secara rinci, pembayaran dilakukan sebesar Rp233 miliar tiap tahunnya. 

    "Karena Kemenkeu juga punya hutang ke daerah melalui Kurang Bayar, maka secara otomatis Lebih Bayar tahun ini dipotongkan dari Kurang Bayar mereka sebesar Rp233 miliar," tukasnya. 

    Baca Lainnya :

      Ibnoe mengaku, setelah dilakukan pemotongan Lebih Bayar dari Kurang Bayar DBH Migas senilai Rp532 miliar itu, sekarang ini masih sisa Rp466 miliar yang akan dibayarkan dua tahun kedepan. 

      "Sedangkan Kurang Bayar DBH Migas sebesar Rp523 miliar, sudah terlunasi semua," tegasnya. 

      Artinya, lanjut pria berkumis lebat ini, pemerintah pusat tidak lagi punya hutang ke daerah melalui Kurang Bayarnya, dan Bojonegoro masih memiliki hutang ke pemerintah pusat melalui Lebih Bayar sebesar Rp466 miliar. 

      Hal ini sesuai dengan alokasi KB dan LB DBH yang telah ditetapkan melalui PMK Nomor 103/MK.07/2018 Tanggal 29 Agustus 2018 Tentang Penetapan KB dan LB DBH menurut daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Pada Tahun 2018.

      PMK Nomor 103/MK.07/2018 dimaksud menjadi dasar hukum atas penetapan rincian kurang bayar dan lebih bayar Dana Bagi Hasil bagi masing-masing provinsi, kabupaten, dan kota.

      Kurang Bayar DBH akan disalurkan sesuai dengan alokasi Kurang Bayar yang dianggarkan dalam APBN. (rien). 

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more