SKK Migas Jabanusa Gelar Lokakarya Media III 2019 di Denpasar Bali

Selasa, 19 November 2019, Dibaca : 251 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
TABUH KENDANG : Kepala SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi, Tabuh Kendang sebagai tanda dimulaianya Lokakarya Media III di Bali.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Bali - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa), kembali melaksanakan Lokakarya Media III tahun 2019 di Denpasar-Bali, Senin (19/11/2019).

Pada lokakarya III ini mengambil tema, Proyeksi Industri Hulu Migas dari Perspaktif Media Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Baca Lainnya :

    Kepala SKK Migas, Nurwahidi, menjelaskan, lokakarya ini menjadi ajang silaturrahim dan ajang komunikasi antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pengelola hulu migas dengan media-media, baik media cetak, online, tv, dan radio, dari Jawa, Bali, Nusa Teggara.

    Nurwahidi menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kontribusi media  kepada industri hulu migas.

    Baca Lainnya :

      "Kita tahu bahwa, semua aktivitas hulu migas bisa terlaksana dengan baik, berkat bantuan media yang bisa memberikan informasi aktual, positif pada Industri hulu migas," ungkapnya.

      Apresiasi itu perlu disampaikan. Sebab, tanpa menyampaikan apresiasi kata dia, SKK Migas kurang tahu diri.

      "Apresiasi kami berikan bukan hanya sebatas ceremonial belaka, salah satunya denga lokakarya ini. Kami masih berfikir, memberikan apresiasi yang lebih maju dan kongkret," kata dia.

      Dia mencontohkan, SKK Migas memiliki program masyarakat. "Apakah awak media hanya meliput saja atau kami bisa lakukan yang lebih," tandasnya.

      Pria ramah ini juga menyampaikan permohonan maaf karena belum memberikan respon dengan cepat, saat awak media bertanya terkait industri hulu migas. Sebab, butuh waktu untuk memastikan akurasi informasi.

      "Meskipun kami ikut memonitor di lapangan, kalau minta perlu waktu. Karena perwakilan Jabanusa bukan owner pemilik data," ungkapnya.

      Kendati pihaknya tetap memberikan data setransparan mungkin. Supaya diinformasikan kepada masyarakat secara aktual apa adanya.  "Kami sebagai pengawas KKKS, butuh masukan untuk perbaikan ke depan," ungkapnya.

      Diharapkan, dengan lokakarya ini bisa terjalin tali silaturrahim antara pelaku industri hulu migas dengan media. Supaya lebih maju dan memberikan kontribusi kepada negara yang lebih besar.

      "Mari kita jaga, sumber daya alam. Aset Negara ini berproduksi secara optimal," tandasnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more