Taman Seribu Lampu Dilengkapi Loko Uap Zaman Belanda

Sabtu, 16 November 2019, Dibaca : 407 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
TEKEN : Bupati Djoko Nugroho saat melakukan penandatanganan berita acara penyerahan lokomotif uap dengan Perhutani KPH Cepu.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Taman Seribu Lampu Cepu (TSL) bakal dilengkapi lokomotif uap buatan zaman kolonial Belanda. Lokomotif uap kuno C-2902 diyakini pernah dinaiki oleh Presiden RI yang pertama, Soekarno.

Sebelumnya, lokomotif tersebut mangkrak tidak terpakai. Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Timur, berinisiatif mengajukan kerja sama kepada Perhutani KPH Cepu untuk menempatkan loko tersebut di Taman Seribu Lampu.

Baca Lainnya :

    Sebagaimana diketahui, sekarang ini Pemkab Blora tengah melakukan revitalisasi Taman Seribu Lampu Cepu. Rencananga, lokomotif uap dijadikan monumen dan ikon di taman.  Selain pompa angguk milik Pertamina yang sebelumnya sudah dipasang di TSL.

    Usaha tersebut ternyata mendapat respon positif dari KPH Cepu. Pada tanggal (14/11/2019), dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan lokomotif kereta tua dari Perhutani KPH Cepu kepada Pemkab Blora agar bisa dipasang di Taman Seribu Lampu sebagai salah satu ikon tematik.

    Baca Lainnya :

      Penandatanganan dilakukan oleh Administratur (Adm) Perhutani KPH Cepu, Dadhut Sujanto, bersama dengan Bupati Djoko Nugroho di kawasan Heritage Trainz Loco Tour, Ngelo. Disaksikan jajaran Perhutani KPH Cepu, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Pemkab Blora dan Forkopimcam Cepu.

      “Sudah lama Bapak Bupati menginginkan lokomotif tua bisa dipasang sebagai salah satu ikon tematik di Taman Seribu Lampu. Hal inipun kami sampaikan kepada Pak Kadivre Jateng, dan alhamdulillah diizinkan. Sehingga satu unit lokomotif uap ini kami serahkan untuk ikon monumen kereta api di Taman Seribu Lampu yang kini sedang direvitalisasi,” ungkap Adm Perhutani KPH Cepu, Dhadut Sujanto.

      Lokomotif uap kuno C-2902 pada masanya digunakan sebagai penarik lori pengangkut kayu hasil hutan dari lokasi tebangan menuju Tempat Penimbunan Kayu (TPK) milik Perhutani.

      Sedangkan lokomotif tua lainnya masih bisa dijalankan sebagai kegiatan wisata loko tour atau wisata sejarah kereta api yang saat ini sedang dikembangkan oleh Perhutani KPH Cepu dengan salah satu pengembang dari Jawa Timur.

      Sementara, Bupati Djoko Nugroho, mengucapkan terimakasih kepada Perhutani KPH Cepu dan jajarannya yang telah bersedia menyerahkan salah satu lokomotif tuanya untuk pendukung revitalisasi Taman Seribu Lampu.

      “Terimakasih kepada Pak Dadhut dan seluruh jajaran. Lokomotif uap yang sudah usang namun tetap gagah dan klasik ini akan kami pasang di Taman Seribu Lampu sebagai salah satu kebanggaan bahwa di Cepu, Kabupaten Blora moda transportasi ini pernah berjaya. Daripada mangkrak, lebih baik dipasang di taman untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kaum muda,” ucap Bupati Djoko Nugroho.

      Menurut Bupati, lokomotif di Taman Seribu Lampu nantinya juga bisa menjadi media promosi daya tarik wisata loko tour yang ada di Kelurahan Ngelo (belakang Kantor Perhutani KPH Cepu) yang kini juga sedang dikembangkan.

      “Nanti kita kasih keterangan sejarah lokomotifnya, dan bagi masyarakat yang ingin menaiki lokomotif tua kita arahkan untuk berkunjung ke Heritage Trainz Loco Tour nya. Jadi selain untuk mempercantik taman kota, juga untuk menunjang promosi daya tarik wisata loco tour di ruang publik,” lanjut Bupati.

      Usai penandatanganan berita acara kerjasama, Bupati mempersilahkan Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan untuk segera mengupayakan pemindahan lokomotif dari depo Ngelo ke Taman Seribu Lampu.


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more