Tanggapan Pemkab Bojonegoro terkait Kejadian Puskesmas Gayam

Selasa, 19 November 2019, Dibaca : 901 x Editor : samian

Dokumentasi Suarabanyuurip Media
Puskesmas Kecamatan Gayam


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberikan tanggapan berbeda terkait mencuatnya kejadian di Puskesmas Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Hernowo, dalam laporannya menyampaikan kejadian terkait permohonan menggunakan ambulance oleh keluarga pasien atas nama. ny. Mustiah, warga RT 13 RW 03, Desa Gayam pada awalnya keluarga pasien datang ke Puskesmas minta agar penderita dapat dilayani pemberian infus di rumah dan meminjam mobil Puskesmas Keliling (Pusling) untuk mengantar penderita ke Rumah Sakit (RS).

Baca Lainnya :

    Dokter yang bertugas memberikan penjelasan bahwa pasien tersebut sebelum dirujuk harus ada perawatan terlebih dahulu di Puskesmas dengan alasan sebagai penanganan darurat dalam rangka stabilisasi kondisi pasien. Informasi yang disampaikan dapat diterima oleh pihak keluarga korban.

    Selang beberapa lama anak pasien datang dan marah - marah dan saat yang bersamaan datang mobil ambulance dari Icsada dan membawa langsung pasien ke RS Padangan.

    Baca Lainnya :

      Pada pukul 12.00 WIB, pasien sampai di RSU Padangan dengan kondisi sesak nafas dan kesadaran menurun.

      Dari hasil diagnosa pasien menderita tuberkulisa pengobatan mengulang lagi sehingga dilakukan terapi sesuai prosedur.

      Pada pukul 15.11 WIB, pasien mengalami koma dan dilakukan pertolongan pijat jantung akan tetapi tidak berhasil dan pada pukul 15.25 WIB pasien dinyatakan meninggal
      dunia.

      "Atas kejadian tersebut untuk menghindari adanya kesalahpahaman, maka pada hari Selasa, 19 Nopember 2019 akan dilakukan mediasi yang akan difasilitasi oleh kecamatan Gayam yang dihadiri unsur keluarga pasien, kepala desa, Puskesmas dan Dinas Kesehatan," pungkas Hernowo.

      Menanggapi persoalan ini, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah mengungkapkan, jika ada pasien gawat darurat harusnya diberikan pertolongan pertama terlebih dahulu. Sementara terkait administrasi dan legalitas lainnya menyusul.

      "Untuk itu, kami akan kroscek dilapangan untuk mengklarifikasi kasus penolakan pasien di Puskesmas Gayam," ujarnya, Selasa (19/11/2019).

      Sebelumnya diberitakan, Mas'ula (30), anak Mustiah, menceritakan kronologi penolakan yang dilakukan oknum petugas Puskesmas Gayam. Kejadian tersebut bermula saat kondisi ibunya tiba-tiba drop. Semakin lama, kondisinya semakin parah. Nafasnya tersengal dan tidak bisa bergerak sama sekali. 

      Mas'ula kemudian meminta suaminya untuk pergi ke Puskesmas Gayam memanggil bidan desa. Namun, petugas medis tidak bisa datang dengan alasan banyak pasien.

      "Katanya lagi banyak pasien," ujarnya pada suarabanyuurip.com, Senin (18/11/2019). 

      Ulfa, panggilan akrabnya, kemudian meminta suaminya kembali lagi ke Puskesmas untuk meminjam mobil ambulan guna mengangkut ibunya agar segera mendapat perawatan medis.

      Namun, lanjut dia, upaya tersebut kembali mendapat penolakan dari petugas Puskesmas Gayam. Alasannya, ambulance hanya digunakan untuk korban kecelakaan dan pasien kritis. 

      "Padahal saat itu ibu saya kritis, ternyata tetap ditolak," tegasnya.

      Ulfa kemudian meminjam mobil ambulan keliling milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Ibunya langsung dibawa ke Puskesmas Gayam. Namun, sesampainya di puskesmas, ada dua oknum petugas yang menghadang di depan pintu masuk. 

      "Saya kira mereka langsung menolong, tapi ternyata meminta kami langsung ke rumah sakit," imbuhnya.

      Ulfa sempat berdebat dengan dua petugas tersebut agar segera menangani kondisi ibunya yang kritis. Tapi petugas puskesmas tetap menyarankan agar membawanya ke RSUD Padangan.

      Tanpa surat rujukan dari Puskesmas Gayam, akhirnya wanita berhijab itu membawanya ke RSUD Padangan.

      "Sesampai di sana, kami ditanya kenapa pakai ambulan swasta, seharusnya dari Puskemas Gayam," tuturnya.

      Mustiah tiba di RSUD Padangan pukul 12.00 WIB lebih, dan langsung mendapat pertolongan pertama. Namun Tuhan berkehendak lain, ibunya meninggal dunia.

      "Ibu meninggal dunia meski dokter telah berupaya mengobatinya," ujarnya.

      Kabar ini sempat viral di media sosial (facebook), setelah akun asiah adjachh membagikan postingan berisi sikap Puskesmas Gayam yang menolak meminjami mobil ambulan untuk warga yang sakit kritis. Unggahan pada 16 November 2019, pukul 10:40 Wib, itu disertai foto ambulan keliling.

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more