Wisata Edukasi Batik Ringintunggal Kian Dikenal

Kamis, 21 November 2019, Dibaca : 299 x Editor : nugroho

Ist
SEMAKIN DIKENAL : Pelajat MI Muhammadiyah Jegreg, usai belajar batik di wisata edukasi batik Ringintunggal.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Wisata Edukasi Batik Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin dikenal masyarakat luas baik dari dalam maupun luar daerah. Kali ini, 32 an Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Jegreg, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, melakukan kunjungan ke wisata yang berada di ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, tersebut.

"Mereka ingin tahu dan belajar cara membatik, khususnya batik khas Bojonegoro," kata pengelola Wisata Edukasi Batik Ringintunggal, Iswatun didampingi Nur Rahmat, Kamis (21/11/2019).

Baca Lainnya :

    Di Wisata Edukasi Batik ini ada beberapa teknik yang digunakan pengrajin. Mulai dari teknik kelengan, laseman, coletan, rining, gradasi hingga cabutan. Penggunaan teknik tersebut tergantung pada motif dan kualitas yang dibutuhkan. Saat ini, sudah ada 11 motif batik khas Bojonegoro yang diproduksi.

    Para siswa atau pengunjung mendapat pengetahuan tentang batik khas Bojonegoro dan proses produksi batik. Peserta diajak belajar cara membuat kain batik secara langsung. Mulai dari canthing, pewarnaan, water glass, penggodokan, penjemuran hingga hasil jadi. Setelah itu karya buatan mereka dikasih label dan bisa dibawa pulang.

    Baca Lainnya :

      Untuk mendapakatkan pengalaman seru ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp10 ribu hingga Rp100 ribu per orang. 

      "Kita pake sistem paket," ucapnya.

      Iswatun mengungkapkan, wisata eduksi batik dibuka pada 24 April 2018 lalu. Sejak dibuka hingga saat ini jumlah pengunjung mencapai  1.900 orang.

      "Sebagian besar adalah pelajar dari dalam dan luar kota," tegasnya.  

      Selain bisa belajar membatik, tambah Iswatun, wisata eduksi batik Ringintunggal juga menerima pesanan batik, atau pengunjung bisa membeli produksi batik khas Bojonegoro di Rumah Batik jika stoknya masih ada.

      Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ringintunggal, Panandi mengapresiasi adanya wisata edukasi batik tersebut. Menurutnya, wisata ini bisa memberikan kontribusi mendidik anak-anak cara membatik.

      "Semoga wisata edukasi Batik ini semakin maju dan  banyak pngunjungnya, dan menumbuhkan ekonomi masyarakat," pungkasnya.(suko)





      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more